DetikNews
Sabtu 25 Agustus 2018, 23:41 WIB

Warna Warni Cahaya Kediri Nite Carnival Pukau Warga

Andhika Dwi Saputra - detikNews
Warna Warni Cahaya Kediri Nite Carnival Pukau Warga Foto: Andhika Dwi Saputra
Kediri - Sekitar 200 Mobil hias dan lebih dari 2.000 peserta memeriahkan Kediri Nite Carnival. Gelaran untuk memperingati HUT ke-1139 Kediri ini mengambil tema Inovatif Fashion & Cultural Dance.

Warga Kota Kediri dimanjakan dengan pemandangan penuh warna warni dari kostum dan keindahan kearifan lokal mobil hias peserta.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda Dan Olahraga Pemkot Kediri, Nur Muhyar mengatakan Kediri Nite Carnival telah digelar selama 4 tahun. Setiap tahunnya selalu memberikan tampilan dan hasil evaluasi dari pelaksanaan carnival sebelumnya. Tahun ini lebih meriah dan menampilkan aksi dan karya disesuaikan dengan tema yang telah ditentukan.

Di tahun ini peserta Kediri Nite Carnival lebih banyak. Modifikasi mobil hias dan kostum peserta lebih spektakuler dengan menghadirkan efek teknologi dan mekanis, tentunya tak lupa dengan menghadirkan keindahan kearifan lokal budaya.

Mulai dari penampilan Jember Fashion Carnival, Solo Batik Carnival, Pemkot Surabaya, Malang, Nganjuk dan Pemkab Kediri.

"Di tahun ini, kreasi, partisipasi masyarakat dan peserta luar kota lebih terfokus dan spektakuler karena ada sejumlah tema dalam peserta, seperti prajurit, panji galuh atau kreasi," ucap Nur Muhyar, Sabtu, (25/8/2018).

Salah satu peserta karnaval dari PT Gudang Garam Tbk menampilkan mobil hias dan kru yang berjumlah puluhan.

"Karnaval ini adalah ajang yang tepat untuk mempromosikan sebuah kota, lengkap dengan budayanya. Kami ikut ambil bagian di dalamnya," ujar Kabid Humas PT Gudang Garam Tbk Iwhan Tri Cahyono.


Foto: Andhika Dwi Saputra


Tahun ini PT Gudang Garam Tbk menampilkan delegasi yang tak kalah spektakuler. Ada kendaraan hias dan propertinya, termasuk juga dari busana dan para talent yang dikerahkan.

"Total ada 48 personel yang diterjunkan untuk memeriahkan Nite Carnival, kami mengusung tema Kediri Kutha Panji' dalam event ini" jelasnya.

Tema itu diambil untuk mengangkat Panji sebagai karya sastra dan budaya kelas dunia asal Kediri. Sebuah karya yang layak disejajarkan dengan kisah Mahabharata dan Ramayana dari India.

Cerita Panji sebuah karya yang mengisahkan penyatuan kembali Kerajaan Kediri setelah pecah menjadi Jenggala dan Panjalu. Melalui cerita romantis bertemunya Panji Asmorobangun dan Galuh Candrakirana.

Ada enam barisan yang menggambarkan tema tersebut. Barisan pertama berupa para penari gunungan yang melambangkan kehidupan manusia. Semakin tinggi ilmu dan bertambahnya usia harus semakin mengerucut, menuju Tuhan.

Barisan kedua merupakan penampilan raja yang digambarkan dari sosok Panji Asmorobangun dan Galuh Candrakirana.

Foto: Andhika Dwi Saputra

Barisan ketiga para patih. Barisan keempat para punggawa. Barisan kelima para kleting. Barisan keenam sebagai penutup adalah para prajurit yang membawa bendera panji.

Tak hanya kerajaan dan kesenian, jaranan khas Kota Kediri juga ditampilkan dalam rombongan pawai mobil hias serta perpaduan aneka warna dalam kostum yang dikenakan peserta saat berjalan di Jalanan Kota Kediri.

Anna Rully (36), ibu dua anak warga Kabupaten Kediri ini contohnya. Ia terpukau dengan peserta pawai yang semakin tahun semakin memesona dengan kostum dan kecanggihan alatnya. "Saya sangat terpukau dengan perpaduan kostum, seni dan kecnggihan teknologi lampu yang berkilauan di jalanan Kota Kediri," ucap Rully.

Kediri Nite Carnival yang digelar mulai pukul 19.00 wib hingga dini hari, Sabtu (25/8/2018) membuat jalanan Jalan PK Bangsa, Jl Airlangga, Jl Hayam Wuruk, dan Jalan Basuki Rahmat dipenuhi lautan warga Kediri dan sekitarnya

Kediri Nite Carnival ditutup dengan pesta kembang api spektakuler yang menghiasi langit Kota Kediri. Warna warni kembang api ini sekaligus menjadi tanda peringatan Hari Jadi Kota Kediri yang ke-1139.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed