detikNews
Jumat 24 Agustus 2018, 18:13 WIB

Pemilik Lokasi Tumpukan Bata Diduga Candi Pasrah, Ini Ceritanya

Muhajir Arifin - detikNews
Pemilik Lokasi Tumpukan Bata Diduga Candi Pasrah, Ini Ceritanya Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan - Sawah milik Prawoto (50), lokasi penemuan struktur batu bata yang diduga bagian candi merupakan lahan yang subur. Sawah seluas 250 meter tersebut merupakan sumber penghasilan utama ayah satu anak ini.

Sawah tersebut dibeli Prawoto tiga tahun lalu seharga Rp 60 juta dengan uang tabungannya. Sawah itu ditanamai aneka sayuran seperti cabai, tomat, mentimun, hingga bawang prei dengan sistem bergiliran.

"Saya gilir setiap bulan, alhamdulillah tumbuh dan menghasilkan. Bulan ini waktunya bawang prei," kata Prawoto di sawahnya Dusun Kolongan, Desa Candiwates Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jumat (24/8/2018).

Meski memiliki penghasilan lain dari menjual bakso, hasil dari sawah masih jadi tumpuan ekonomi keluarga.


"Setiap panen menghasilkan Rp 1 juta, saya gunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga," imbuh ayah Eko Rahman Arif, ini.

Prawoto mengatakan sawah miliknya dua kali ditawar orang. Pertama ditawar Rp 80 juta dan kedua Rp 120 juta. Namun ia tak berniat menjualnya.

"Saya beli dengan susah payah dari hasil menabung. Saya tak pernah berniat menjualnya," tandasnya.

Namun saat ini Prawoto hanya bisa pasrah. Dengan ditemukannya tumpukan bata tersebut, sawahnya otomatis testerilisasi. Dia saat ini tak bisa bertanam di sawahnya lagi sebelum ada penelitian lanjut dari pihak terkait.


Seperti diberitakan, sebuah struktur batu bata ditemukan Prawoto saat ia menggali tanah untuk saluran irigasi tanamannya, Senin (20/8). Saat ia menggali hingga kedalaman 80 centi meter tiba-tiba mata cangkul mengenai benda keras. Saat digali ternyata batu bata.

Awalnya ia menyangka hanya ada satu batu bata. Namun ternyata banyak terdapat batu bata membentuk struktur bangunan memanjang. Batu bata tersebut lebih besar dari batu bata yang biasa digunakan saat ini dengan panjang 35 centi meter dan lebar 20 centi meter. Para tetangga kemudian memintanya melaporkannya ke aparat desa.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com