detikNews
Jumat 24 Agustus 2018, 16:45 WIB

Sawah Lokasi Tumpukan Bata Diduga Candi di Pasuruan Disterilisasi

Muhajir Arifin - detikNews
Sawah Lokasi Tumpukan Bata Diduga Candi di Pasuruan Disterilisasi Tatanan batu bata yang ditemukan terpendam di sawah (Foto: Muhajir Arifin)
Pasuruan - Prawoto (50) warga Dusun Kalongan, Desa Candiwates, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, hanya pasrah. Sejak struktur batu bata diduga bagian sebuah candi ditemukan di sawahnya, ia tak menggarap lahannya tersebut.

"Katanya sudah dilaporkan ke BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) Mojokerto. Sementara saya diminta tidak melakukan aktivitas di sini, seperti menggali dan menanam. Disterilisasi, dibiarkan semua sampai kedatangan petugas," kata Prawoto, Jumat (24/7/2018).

Meski memiliki sumber penghasilan lain sebagai penjual bakso, sawah tersebut merupakan sumber penghasilan utama. Karena itu, Prawoto berharap petugas BPCB segera melakukan penelitian dan kajian sehingga bisa dipastikan bangunan apa yang terpendam di sawahnya.

"Entah (bangunan) apa sebenarnya tumpukan batu bata ini. Apakah candi atau apa. Saya baru pertama kali melihat batu bata yang memiliki panjang dan lebarnya tidak umum dengan batu bata di zaman sekarang. Ukurannya juga lebih besar," ungkap suami Tramiasi, ini.


Sawah milik Prawoto merupakan lokasi penemuan struktur batu bata seluas 250 meter. Lahan sawah tampak sangat subur karena berada di lereng Gunung Arjuno.

"Saya tanami cabai, timun, tomat, bawang pre, saya gilir setiap bulannya. Saat ini seharusnya ditanami bawang pre," terang ayah satu anak ini.

Terpisah, Kades Candiwates Ahmad Irfan mengatakan pihaknya mengakui sudah melaporkan temuan itu ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan. Pihak dinas meyakini struktur tersebut merupakan situs sejarah sehingga pihak desa kemudian mengirim surat resmi ke BPCB Mojokerto.


"Kemungkinan minggu depan petugas BPCB datang. Sementara sawahnya dikasih garis pembatas agar warga tak beraktivitas di sana," kata Ahmad Irfan.

Seperti diberitakan struktur batu bata ditemukan Prawoto saat ia menggali tanah untuk saluran irigasi tanamannya, Senin (20/8). Saat ia menggali hingga kedalaman 80 centi meter tiba-tiba mata cangkul mengenai benda keras. Saat digali ternyata batu bata.

Awalnya ia menyangka hanya ada satu batu bata. Namun ternyata banyak terdapat batu bata membentuk struktur bangunan memanjang. Batu bata tersebut lebih besar dari batu bata yang biasa digunakan saat ini dengan panjang 35 centi meter dan lebar 20 centi meter. Para tetangga kemudian memintanya melaporkannya ke aparat desa.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com