DetikNews
Kamis 23 Agustus 2018, 16:59 WIB

Tilap Uang Kurban, Emak-emak di Tulungagung Diamankan Polisi

Erliana Riady - detikNews
Tilap Uang Kurban, Emak-emak di Tulungagung Diamankan Polisi Foto: Erliana Riady
Blitar - Sapi kurban telah diantar ke masjid dan siap disembelih namun ternyata uang pembayaran sapi itu tak pernah sampai ke tangan pemiliknya. Setelah ditelusuri, uang itu ternyata digunakan sendiri oleh si makelar untuk keperluan pribadinya.

Si makelar, Diah Ayu Sulistyarini (48) alias Astri akhirnya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan diamankan di Polresta Blitar.

Kasatreskrim Polresta Blitar AKP Heri Sugiono mengisahkan, awalnya korban yang merupakan warga Kota Blitar ini malu melaporkan kasus ini ke polisi.

Namun setelah takmir masjid tempatnya berkurban memberi masukan, kasus ini pun akhirnya sampai ke ranah hukum.

"Jadi korban ini ditawari sapi oleh tersangka. Harganya bervariasi. Korban memilih yang harga Rp 20 juta. Korban dan tersangka sudah melihat kondisi sapi ke pemiliknya di wilayah Papungan, Kecamatan Kanigoro dan sudah deal," beber Heri di hadapan wartawan, Kamis (23/8/2018).


Sebagai tanda jadi, korban lalu membayar uang sebesar Rp 11 juta. Dengan perjanjian, sisanya akan dibayarkan jika sapi telah diantar pada hari H perayaan Idul Adha.

"Tanggal 21 sore, takmir masjid memberi tahu korban jika sapi kurbannya telah diantar. Korbanpun memastikan kondisi sapinya di masjid lalu membayar sisa harga sapi sebesar Rp 8 juta kepada tersangka. Hal ini disaksikan takmir masjid yang kebetulan tahu siapa penjual sapi itu," lanjutnya.

Takmir masjid kemudian menelepon si penjual sapi dan diminta datang untuk menerima pelunasan pembayaran. Namun ternyata Astri menolak memberikan uang pembayaran sapi itu.

Ia bahkan mengaku uang muka pembayaran sapi sebesar Rp 11 juta telah dihabiskan warga Jalan Diponegoro, Kelurahan Tamanan, Tulungagung ini untuk memenuhi kebutuhan pribadinya. Korban akhirnya melapor ke pihak berwajib.


"Ini merupakan kasus tindak pidana penipuan dan atau penggelapan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP. Ancaman hukumannya empat tahun penjara," ungkapnya.

Heri menambahkan, pihaknya masih mengembangkan penyelidikan kasus ini.

"Dari chat di HP tersangka, kami menduga korbannya tidak hanya satu. Untuk itu kami masih akan kembangkan penyelidikan. Semoga dengan terpublikasinya kasus ini, akan ada korban lainnya yang mau melaporkan ke polisi," tutupnya.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed