Humas Masjid Al-Akbar Surabaya Helmy M Noor mengungkapkan jika sapi kurban Jokowi memiliki daya tarik. Untuk itu pihaknya membuka wisata kurban bagi masyarakat sekitar yang ingin melihat sapi tersebut sebelum disembelih.
Bahkan menurut Helmy, warga berebut untuk berswafoto dengan sapi kurban Presiden RI tersebut.
"Sapi presiden memiliki daya tarik, jadi kami memberi kesempatan bagi masyarakat untuk menjadikan ini wisata kurban, banyak yang selfie. Ini kemarin menjadi destinasi wisata kurban," ujar Helmy ditemui usai menyembelih sapi kurban Jokowi, Kamis (23/8/2018).
Helmy menyebut, sejumlah pelajar Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar juga banyak yang datang lantaran ingin tahu seperti apa sapi kurban Jokowi. Ketika mereka datang, pihaknya juga memberikan edukasi kepada anak-anak tentang kelayakan hewan untuk dikurban misalnya dari kondisi fisik dan kesehatannya.
"Banyak anak-anak sekolah datang, kami jelaskan bagaimana hewan kurban yang layak itu. Ini kan menjadi edukasi dan wisata. Yang datang tak hanya dari sekitar, bahkan ada yang dari Malang," ungkap Helmy.
Selain itu, Helmy beralasan sapi kurban Jokowi baru disembelih hari ini karena pihaknya menghindari adanya penumpukan distribusi daging kurban.
"Biar tidak ada penumpukan distribusi daging kurban, karena rata-rata seluruh masjid di Surabaya menyembelih kurbannya kemarin," katanya.
Pengecekan kualitas daging hewan kurban di Masjid Al-Akbar. (Foto: Hilda Meilisa Rinanda) |
Di Masjid Al-Akbar Surabaya, Helmy menyebut penyembelihan hewan harus memenuhi standar syar'i, higienis dan ramah lingkungan.
Bahkan untuk memastikan higienitas atau kebersihan hewan kurban, pihaknya juga mengundang sejumlah ahli kesehatan hewan untuk memeriksa antemortem dan postmortem hewan kurban. Helmy menyebut ada sekitar 20 tenaga kesehatan dari Dinas Peternakan Jawa Timur dan Universitas Airlangga yang ambil bagian.
"Ada tim kedokteran hewan untuk memeriksa apakah hewan tersebut sehat atau tidak, sementara masih belum ditemukan," ungkapnya.
Hewan kurban yang disembelih panitia dari Masjid Al-Akbar juga dipastikan ramah lingkungan. Helmy menjamin semua bagian dari hewan yang disembelih tidak ada yang dibuang dan mencemari lingkungan. Misalnya darah dan kotoran hewan akan dimanfaatkan sebagai kompos.
Baca juga: Jokowi Kurban Sapi Kontes di Surabaya |
Pihak panitia juga tidak melakukan pencucian jeroan hewan di sungai. Ini untuk menghindari pencemaran lingkungan.
"Tidak ada limbah yang dibuang keluar, limbah menjadi kompos. Tidak ada pencucian di kali, jadi lebih ramah lingkungan," lanjutnya.
Sementara itu, Helmy menyebut pihaknya hari ini menyembelih sebanyak 19 ekor sapi dan 60 kambing. Dari puluhan hewan kurban tersebut akan dikemas masing-masing seberat 1,5 kilogram. Rencananya, pihaknya akan membagikan 2.000 bungkus daging.
Sedangkan untuk distribusinya, Helmy menegaskan tidak ada pembagian kupon. Pihaknya telah mengantongi nama-nama warga yang terdaftar dalam Gakin. Lalu panitia akan langsung membagikan ke rumah-rumah warga. Hal ini untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan, seperti warga yang berdesakan hingga berebut daging.
"Kita langsung datang ke lokasi. Datanya dari RT/RW sehingga tidak ada penumpukan," pungkasnya. (lll/lll)












































Pengecekan kualitas daging hewan kurban di Masjid Al-Akbar. (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)