detikNews
Kamis 23 Agustus 2018, 09:39 WIB

Menengok Aliran Thoriqot Syathoriyah di Magetan Salat Id Hari Ini

Sugeng Harianto - detikNews
Menengok Aliran Thoriqot Syathoriyah di Magetan Salat Id Hari Ini Foto: Sugeng Harianto
Magetan - Sebanyak 3.000 lebih umat muslim di Kabupaten Magetan baru merayakan Idul Adha hari ini, Kamis (23/8/2018). Mereka adalah penganut aliran Thoriqot Syathoriyah yang berpedoman menyerupai Islam 'Aboge' (tahun Alip Rabu Wage).

Salat Idul Adha jemaah Thoriqot Syathoriyah ini digelar di Masjid Nurul Huda, Dusun Sana, Desa Pingkuk, Kecamatan Bendo mulai pukul 06.45 WIB. Salat ini diikuti oleh lebih dari 100 jemaah dengan imam dan khatib dipimpin oleh pimpinan atau mursyid Thoriqot Syathoriyah Kabupaten Magetan, Kiai Imam Mardi.

Dijelaskan Imam, ada ribuan jemaah Thoriqot Syathoriyah yang tinggal di Magetan.

"Ada lebih dari 3.000-an muslim Aboge di Magetan ini. Aliran ini memiliki pedoman sendiri dalam menghitung penanggalan Islam. Selisih penanggalan kita dengan penanggalan Islam milik pemerintah, satu hari," tutur Imam Mardi kepada wartawan di Masjid Nurul Huda, Dusun Sana, Desa Pingkuk, Kecamatan Bendo, Kamis (23/8/2018).


Dikatakan Imam, 3.000 penganut islam Thoriqot Syathoriyah di Magetan tersebar di empat kecamatan, yaitu Takeran, Bendo, Nguntoronadi dan Kawedanan. Pengikutnya pun dari berbagai kalangan dan profesi seperti kades, bahkan ada juga dari anggota kepolisian.

"Ya aliran ini sudah ada sebelum 1987 lalu dan pengikutnya sekitar 3.000 lebih. Ada banyak perangkat desa, polisi dari Magetan dan Madiun pun juga ada ikut salat Idul Adha hari ini juga," ungkapnya.

Menengok Aliran Thoriqot Syathoriyah di Magetan Salat Id Hari IniFoto: Sugeng Harianto

Meski demikian, Imam mengaku umatnya tidak mau disebut Islam Aboge, kendati sebagian besar masyarakat lebih familiar dengan sebutan tersebut. "Jangan, keliru, kita jangan disebut aboge," tambahnya.


Usai salat Idul Adha para jamaah, baik pria dan wanita menggelar tasyakuran dengan makan bersama. Tumpeng nasi yang dibawa oleh jamaah perempuan ditempatkan dalam wadah baki (lenger) dengan aneka lauk dan disantap bersama.

Usai makan bersama, Imam langsung memimpin penyembelihan 10 ekor kambing di halaman masjid.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com