DetikNews
Jumat 17 Agustus 2018, 12:26 WIB

Begini Cara Pemulung di Jember Rayakan HUT Kemerdekaan RI

Yakub Mulyono - detikNews
Begini Cara Pemulung di Jember Rayakan HUT Kemerdekaan RI Foto: Yakub Mulyono
Jember - Ratusan pemulung di Jember menggelar upacara memperingati HUT ke 73 RI di tempat pembuangan sampah. Dalam kegiatan itu juga dikibarkan bendera merah putih raksasa berukuran 15 meter x 9 meter di tiang setinggi 45 meter.

Upacara ini digelar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari, Dusun Lamparan, Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari. Selain pemulung, upacara juga diikuti sejumlah pelajar dan warga sekitar.

"Upacara bendera ini kami laksanakan memang dengan konsep unik, untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan rasa nasionalisme di kalangan para pemulung. Karena tidak hanya di bangku pendidikan rasa nasionalisme itu ditanamkan," ujar Koordinator Pengolahan Sampah TPA Pakusari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jember, Muhammad Masbud, Jumat (17/8/2018).

Manurut dia, pelaksanaan upacara di TPA ini sebenarnya tiap tahun dilakukan. Hanya saja, kali ini agak berbeda dengan pengibaran bendera raksasa.

"Kita ingin lebih menyemarakkan dengan mengibarkan bendera raksasa yang dikibarkan di tengah lapangan sampah yang sudah diratakan dengan tanah, agar kami meskipun bekerja mengolah sampah, tapi juga masih cinta tanah air," tegasnya.

Selain menumbuhkan rasa cinta tanah air, pelaksanaan upacara bendera juga sebagai bentuk kampanye untuk disampaikan kepada masyarakat luas, tentang hidup bersih dan peduli lingkungan.

"Pelaksanaan ini inisiatornya dari komunitas peduli lingkungan dan masyarakat. Mari kita jaga kebersihan sekitar, dan jangan membuang sampah sembarangan. Karena kebersihan wajib hukumnya," terangnya.

"Selain itu, kami juga menghimbau untuk kurangi penggunaan plastik, karena sampah organik dapat diurai, tapi jika kantong, atau bungkus plastik menjadi tumpukan dan masalah lingkungan," sambung Masbud.

Dia berharap kegiatan ini bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk peduli lingkungan. Salah satu pemulung di TPA Pakusari, Siha (45) mengatakan, jiwa nasionalisme juga ada di dirinya. Meski setiap hari harus bergelut dengan sampah.

"Kami yang sehari-hari mengurus sampah, juga punya jiwa cinta tanah air. Setiap hari membersihkan sampah untuk menjaga lingkungan, mari kita peduli," tandasnya.

Sementara salah seorang siswi kelas 8 SMP Al Mutazam, Imroatus Sholihah menyampaikan, kegiatan ini merupakan pengalaman berharga baginya. Apalagi dia baru pertama kali mengikutinya.

"Pengalaman berharga bisa upacara di sini. Jangan menilai sebelah mata tugas pemulung, mereka punya jiwa nasionalis, dan peduli dengan sampah. Jadi mari bersama-sama jaga lingkungan," tuturnya.
(bdh/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed