DetikNews
Kamis 16 Agustus 2018, 21:39 WIB

Bentrok di Asrama Mahasiswa Papua, IKBPS: Bukan Aksi Diskriminasi

Deni Prastyo Utomo - detikNews
Bentrok di Asrama Mahasiswa Papua, IKBPS: Bukan Aksi Diskriminasi Pieter F Rumaseb membacakan sikap IKPB Surabaya (Foto: Deni Prastyo Utomo)
Surabaya - Ikatan Keluarga Besar Papua (IKBP) Surabaya angkat bicara terkait bentrok di asrama mahasiswa Papua. IKBP menyatakan insiden pada Rabu (15/8) itu bukanlah tindakan diskriminatif warga terhadap penghuni asrama.

"Kejadian tersebut bukan tindakan diskriminatif/rasial terhadap penghuni asrama Kemasan III, melainkan karena penolakan imbauan pemasangan bendera merah putih untuk menyambut HUT ke-73 RI," kata ujar Ketua IKBP Surabaya Pieter F Rumaseb saat membacakan pernyataan sikap IKBP Surabaya di Polrestabes Surabaya, Jumat (16/8/2018).

Pieter juga menyatakan bahwa IKBP Surabaya mendukung penuh polisi untuk mengusut tuntas permasalahan di seputar kejadian itu, termasuk penganiayaan dengan sajam yang diduga dilakukan salah satu mahasiswa.

"Kami mendukung yang dilakukan polisi untuk melakukan proses hukum kepada siapapun warga Papua yang melanggar hukum. Kami melihat bahwa apa yang terjadi di asrama Kemasan III adalah murni permasalahan hukum/tindak pidana," tegas Pieter.

Pieter melihat tindakan polisi yang membawa penghuni asrama ke Polrestabes Surabaya adalah untuk mengamankan salah satu pelaku yang diduga telah melakukan tindak pidana penganiayaan.


Namun upaya yang dilakukan polisi mendapat penolakan dari para penghuni asrama dengan mengatakan bahwa apabila ada salah satu yang dlbawa, maka semua minta dibawa juga.

"Sehingga apabila muncul tuduhan bahwa pihak kepolisian telah melakukan tindakan represif terhadap warga Papua yang tinggal di asrama Kemasan III adalah tidak benar," ungkap Pieter.

Pieter mengatakan semua penghuni yang sempat diperiksa oleh pihak kepolisian semuanya telah dikembalikan ke Asrama Kemasan III di Jalan Kalasan, Tambaksari.

"Setelah beberapa penghuni asrama Kemasan III dimintai keterangan oleh polisi dan dilakukan pendataan, maka paginya semuanya telah dipulangkan," ujar Pieter.


Pieter mengimbau kepada warga Papua yang berada di Surabaya agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang tidak benar.

"Kami mengimbau kepada pihak-pihak di luar warga Papua di asrama Kamasan lll, agar tidak memperkeruh situasi dengan menyebarkan berita-berita yang tidak benar dan menyesatkan. Kami akan mengambil langkah-langkah hukum terhadap siapapun pihak-pihak yang memperkeruh situasi yang terjadi di asrama Kemasan III," tandas Pieter.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed