DetikNews
Kamis 16 Agustus 2018, 13:05 WIB

Misteri Hilangnya Komandan PETA, Kakek Ini Mengaku Supriyadi

Yakub Mulyono - detikNews
Misteri Hilangnya Komandan PETA, Kakek Ini Mengaku Supriyadi Waris Yono yang mengaku sebagai Supriyadi (Foto: Yakub Mulyono)
Jember - Seorang kakek di Jember mengaku sebagai sosok pemimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi. Pria yang kini tinggal di Dusun Gondosari, Desa Tamansari, Kecamatan Wuluhan ini mengaku selama ini menyembunyikan identitasnya sebagai Supriyadi demi keselamatan diri.

"Karena saya dicari-cari untuk dibunuh, maka saya menghilangkan jejak," kata pria ini, Kamis (16/8/2018).

Di Jember, dia menggunakan nama Waris Yono. Dia menikah dengan warga Tamansari, Wuluhan bernama Suparmi dan dikaruniai tiga anak.

"Selama 42 tahun saya tinggal di Jember dengan menyembunyikan identitas saya yang sesungguhnya. Saya memakai nama Waris Yono," katanya.

Sebelumnya, pria yang mengaku sebagai sosok Supriyadi ini berpindah-pindah tempat. Di tempat dia singgah selalu memakai nama samaran.


"Banyak sudah tempat yang saya singgahi, rata-rata saya menetap 8 bulan hingga 2 tahun. Pakai nama beda-beda. Sampai akhirnya saya menetap di Wuluhan, Jember ini," terangnya.

Di Wuluhan, Supriyadi alias Waris Yono ini juga memiliki sebuah padepokan. Padepokan itu dia beri nama Songgo Wijoyo.

"Artinya menjadi penyangga sebuah kejayaan," terangnya menjelaskan arti nama padepokannya.

Waris Yono mengaku sengaja mengungkap jati dirinya sebagai Supriyadi demi meluruskan sejarah. Dia juga menjamin memiliki bukti-bukti konkret mengenai sosoknya sebagai Supriyadi.


"Kalau bukti ya lengkaplah, termasuk tanda pangkat saya selama masih menjadi anggota PETA," tandasnya.

Namun dia tidak memaksa orang mempercayai apa yang dikatakannya itu. Bahkan dia juga tidak menyalahkan anggapan sebagian orang yang percaya bahwa Supriyadi sudah meninggal.

"Ya nggak salah yang menganggap Supriyadi sudah mati, kan kuburannya memang ada. Saya juga nggak masalah apakah orang percaya atau tidak mengenai siapa saya yang sebenarnya. Itu hak masing-masing orang," tegasnya.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed