Pergantian MenPAN RB Tak Pengaruhi Seleksi CPNS di Jatim

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Kamis, 16 Agu 2018 12:53 WIB
Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) resmi diganti Wakapolri Komjen Pol Syafruddin. Dikhawatirkan, hal ini turut menghambat proses perumusan seleksi CPNS di Indonesia.

Menanggapi hal ini, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim Anom Surahno mengatakan reshuffle menteri tak mempengaruhi seleksi CPNS.

"Tidak, kita tidak terpengaruh dengan itu. Reshuffle ya biarkan reshuffle, tapi ini tetap berjalan tinggal tunggu keputusan," ujar Anom saat dikonfirmasi detikcom di Surabaya, Kamis (16/8/2018).

Anom menambahkan proses penggodokan seleksi CPNS ini sudah dilakukan sejak lama. Dia juga melihat prosesnya sudah hampir rampung dan tinggal dijalankan. Namun kendalanya ada di menunggu formasi dari provinsi dan kabupaten lain.


"Karena ini program sudah lama sebenarnya cuma tinggal go aja. Kalau kita sudah fix tapi kayak Sulawesi Selatan dan provinsi lain, kabupaten kota itu belum karena nggak sama, problemnya tidak sama," imbuhnya.

Untuk di Jatim, Anom mengatakan pihaknya sudah menyerahkan kuota dan formasi finalnya. Tetapi masih menunggu daerah lain. Menurut Anom hal ini penting agar masyarakat tidak akan mendaftar secara dobel di beberapa daerah.

"Sebetulnya kalau Jawa Timur fix, tapi daerah lain kan masih belum tahu kan harus serentak supaya orang gak daftar ke sana sana," kata Anom.

Tak hanya menyiapkan formasi dan kuotanya, Anom mengaku pihaknya telah mengirimkan kebutuhan yang masuk dalam persiapan anggaran.

"Saya sudah memastikan tapi masih di fixkan antara daerah dengan pemerintah pusat, kita sudah mengirim dan menyerahkan kebutuhan kebutuhan kita termasuk persiapan anggaran itu sudah disampaikan," ungkapnya.

Sementara untuk kuotanya Anom mengatakan pihaknya mengajukan sebanyak 2.069 kuota kosong untuk CPNS. Untuk formasinya, dia mengungkap jika lebih formasi yang paling banyak dicari yakni tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.

"Kita sudah fix 2.069 dan yang disetujui berapa kita belum tahu tapi kita sudah siapkan baik itu anggaran dan seleksinya termasuk formasinya. Informasinya banyak, tapi yang paling banyak guru dan kesehatan," pungkasnya. (fat/fat)