DetikNews
Kamis 16 Agustus 2018, 11:46 WIB

Lucunya Turis di Madiun Rebutan Hadiah Kalung Sapi di Lomba HUT RI

Sugeng Harianto - detikNews
Lucunya Turis di Madiun Rebutan Hadiah Kalung Sapi di Lomba HUT RI Foto: Sugeng Harianto
FOKUS BERITA: HUT RI Ke-73
Madiun - Lomba Agustusan di Madiun kali ini sedikit berbeda dengan kehadiran warga negara asing (WNA). Keterlibatan para turis mancanegara ini membuat perlombaan kian seru dan lucu.

Uniknya, para peserta lomba diwajibkan memakai kain batik dan udeng atau ikat kepala. Bagi pemenang lomba berhak mendapat hadiah berupa kalung yang biasa dipakaikan untuk hewan sapi.

Seperti perlombaan 17 Agustus pada umumnya, beberapa permainan yang diperlombakan di antaranya, balap karung, berjalan dengan bakiak, lomba makan kerupuk, menggiring balon menggunakan terong, dan balap kelereng menggunakan sendok yang digigit di mulut.

Para bule ini berbaur bersama mengikuti perlombaan dengan warga desa setempat. Kejadian lucu saat para turis sempat terjatuh saat perlombaan berjalan dengan sandal bakiak panjang.

Kurang kekompakan dari kelompok memuat mereka terjatuh. Di akhir perlombaan, para turis merasa bangga mendapatkan hadiah berupa kalung sapi yang dipakaikan pada leher mereka.

Para bule menang dalam lomba agustusan/Para bule menang dalam lomba agustusan/ Foto: Sugeng Harianto

"Ini secara kebetulan para tamu sudah seminggu tinggal di desa kami, jadi sekalian kami ajak untuk ikut memeriahkan HUT RI yang ke-73. Lucu sih buat memeriahkan dengan mengajaknya mengikuti perlombaan 17 Agustus," kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Gunung Sari, Bernard kepada wartawan saat ditemui di lokasi, Kamis (16/8/2018).

Lomba yang bertempat di 'Punden Lempayung' (tempat yang dikeramatkan), Desa Gunungsari, Kecamatan/Kabupaten Madiun, kata Bernad, diikuti 6 turis atau WNA. Mereka berasal dari Spanyol, Jerman, Perancis, dan Arab Saudi.

"Para turis asing dari empat negara tersebut memang sedang menginap di homestay Desa Wisata Gunung Sari. Mereka sengaja untuk mengunjungi desa wisata kita," katanya.

Para turis asing ini sangat antusias mengikuti perlombaan bersama warga yang digelar selama 10 hari. Seperti pasangan kekasih asal Spanyol bernama Andrew dan Alba. Mereka mengaku senang diajak warga setempat mengikuti lomba.

"Saya pikir ini pengalaman menarik, kami bisa berbaur dengan masyarkat lokal. Ini sangat menyenangkan sekali, dan tidak ada di negara kami," kata Andrew dengan bahasa inggris yang diterjemahkan oleh Ketua Pokdarwis.
(fat/fat)
FOKUS BERITA: HUT RI Ke-73
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed