DetikNews
Rabu 15 Agustus 2018, 08:11 WIB

Ironi Aborsi Sepasang Kekasih, Jok Motor Jadi Saksi Kematian Bayi

Enggran Eko Budianto - detikNews
Ironi Aborsi Sepasang Kekasih, Jok Motor Jadi Saksi Kematian Bayi Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Demi menutupi aib, Cicik (21) nekat menggugurkan kandungannya yang berumur 8 bulan. Saat menggugurkan kandungan, mahasiswi ini hanya dibantu kekasihnya, Dimas (21), seorang satpam sebuah pabrik di Gresik.

Di luar dugaan, bayi itu lahir dengan selamat dan membongkar kejahatan yang mereka lakukan. Selama setahun menjalin hubungan asmara, Dimas dan Cicik mengaku sudah 7 kali berhubungan layaknya suami-istri. Padahal mereka belum terikat pernikahan.

Mahasiswi sekolah tinggi ilmu kesehatan di Kediri ini hamil 8 bulan. Takut kondisinya yang berbadan dua diketahui orang tuanya, Cicik pun memutuskan untuk menggugurkan kandungannya. Dia memilih menggugurkan janin tersebut bersama Dimas.

"Tersangka D (Dimas) memesan obat penggugur kandungan ke tetangganya, seorang bidan yang saat ini berdinas di Aceh," kata Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata saat jumpa pers di kantornya, Jalan Gajah Mada, Mojosari, Selasa (14/8/2018).


Saat kiriman obat itu tiba, pasangan kekasih ini mencoba menggugurkan kandungan. Keduanya menginap di vila yang ada di kawasan wisata Pacet, Mojokerto pada Minggu (12/8) sekitar pukul 21.00 WIB.

Saat itu Cicik menenggak 5 butir sekaligus obat penggugur kandungan. Reaksi obat itu baru terasa esok harinya, Senin (13/8). Sekitar pukul 10.00 WIB, bayi yang Cicik kandung akhirnya keluar.

"Si perempuan melahirkan sendiri di vila tanpa dibantu petugas medis. Hanya dibantu kekasihnya," ungkap Leonardus.

Di luar dugaan, bayi laki-laki itu lahir dalam kondisi hidup. Kondisi ini membuat Dimas dan Cicik kebingungan. Mereka tak tega membunuh bayi tersebut. Di lain sisi, mereka tak ingin darah daging hasil hubungan pranikah itu diketahui orang lain.


Tanpa berfikir panjang, Dimas dan Cicik pun membawa bayi tersebut ke Puskesmas Gayaman, Mojoanyar yang berjarak sekitar 20 menit dari vila. Agar tak diketahui orang lain, bayi itu mereka masukkan ke bagasi motor Yamaha NMax warna merah nopol W 3192 AT. Bayi tersebut hanya dibungkus kaus biru dan cokelat milik Dimas.

Berdua mereka menuju ke puskesmas. Dimas membonceng Cicik yang kondisinya lemas usai melahirkan. Sampai di puskesmas, kondisi bayi mereka kritis akibat terlalu lama berada di bagasi motor. Petugas puskesmas pun merujuknya ke RS Gatoel di Kota Mojokerto. Sementara Cicik memilih pulang ke rumahnya.

"Sampai di rumah sakit, dokter menyatakan bayi tersebut sudah meninggal dunia," terang Leonardus.

Dari situlah kasus aborsi ini terungkap. Pihak RS Gatoel yang mencium kejanggalan dalam kasus ini menghubungi polisi. Jenazah bayi dibawa ke kamar jenazah RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.


Setelah sempat dimintai keterangan oleh polisi, Dimas dibawa ke rumah kekasihnya. Selain mengamankan Dimas dan Cicik, petugas juga menyita motor yang digunakan pasangan kekasih ini untuk membawa bayi.

Baik Dimas maupun Cicik ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus aborsi dan kekerasan terhadap anak. Dimas kini mendekam di tahanan Polres Mojokerto. Sementara Cicik menjalani perawatan di RSUD Prof Dr Soekandar, Mojosari.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed