DetikNews
Senin 13 Agustus 2018, 18:21 WIB

Begini Trik BBPOM Jatim Sita Obat Pelangsing Online Senilai Rp 500 Juta

Deni Prastyo Utomo - detikNews
Begini Trik BBPOM Jatim Sita Obat Pelangsing Online Senilai Rp 500 Juta Foto: Deni Prastyo Utomo
Surabaya - Media online kerapkali digunakan untuk mengedarkan obat dan kosmetik ilegal. Hal ini cukup menyulitkan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya untuk melakukan penyitaan.

Namun bukan berarti BBPOM tak bisa turun tangan. Baru-baru ini dengan bermodalkan laporan dari salah satu konsumen terkait adanya penjualan kosmetik ilegal melalui media sosial, BBPOM berhasil menggerebek penjual kosmetik online di Surabaya.

"Yang online itu kita menindaklanjuti aduan dari konsumen, melaporkan penjualan produk diduga tidak memiliki izin edar," kata Kepala Seksi Penyidikan BBPOM Surabaya, Siti Amanah saat rilis di kantor BBPOM Jalan Karang Menjangan, Surabaya, Senin (13/8/2018).

Amanah melanjutkan, timnya kemudian mencoba membeli melalui akun yang menjual kosmetik tanpa izin edar tersebut.


"Kita mencoba memesan di akun tersebut. Karena kita masih belum memiliki tim siber makanya kita pesan secara online. Kemudian kita investigasi ke gudangnya secara langsung dan kita grebek disana," tutur Amanah.

Gayung bersambut sebab ternyata lokasi penjual kosmetik online tersebut berada di Kota Surabaya, tepatnya di Jalan Kartini.

"Kita amati dan kami lakukan penggerebekan ternyata di gudang barangnya cukup banyak. Dan produknya pelangsing yang dipasarkan seharga Rp 250 ribu dan Rp 300 ribu," ujar Amanah.

Pemilik usaha tersebut juga diketahui merupakan warga Tenggilis, Kota Surabaya. "Ia mengaku mendapatkan barang-barang tersebut dari Batam yang diimpor dari luar. Makanya kita dalami kesana," ungkap Amanah.

Obat pelangsing dan kosmetik dari gudang ini pun disita dengan perkiraan nilai mencapai ratusan juta rupiah. "Dari hasil penggerebekan di gudang tersebut, nilainya diperkirakan hingga Rp 500 juta lebih," imbuhnya.


Amanah menambahkan, penjual mengaku sudah mengetahui jika menjual kosmetik dan obat seharusnya mengantongi izin edar dari BBPOM tapi tetap tak dihiraukan. Oleh sebab itu, pihaknya langsung memperkarakan kasus ini.

"Kami langsung melakukan penindakan, karena pemilik mengabaikan aturan dari BBPOM. Berbeda jika yang penjual tidak mengetahui maka akan kami edukasi," ungkap Amanah.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BBPOM Surabaya Sapari mengimbau kepada masyarakat yang membeli obat dan kosmetik melalui online agar lebih berhati-hati, terutama mengecek izin edarnya terlebih dahulu.

"Silakan dicek langsung di website BBPOM. Karena nomor izin edar bisa dipalsukan dan perhatikan kemasannya juga," pesannya.


Tonton juga video: 'BPOM Bongkar Gudang Kosmetik Ilegal Senilai Rp 41 M'


(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed