detikNews
Senin 13 Agustus 2018, 08:37 WIB

Semburan Air di Ngawi Berhenti, Namun 2 Titik Gas Baru Muncul

Fatichatun Nadhiroh - detikNews
Semburan Air di Ngawi Berhenti, Namun 2 Titik Gas Baru Muncul Semburan gas muncul di dua titik/Foto: Sugeng Harianto
Ngawi - Setelah 8 hari menyembur, semburan air setinggi 30 meter di Desa Sidolaju, Widodaren, berhenti pada Minggu (12/8) pagi . Namun dua titik semburan gas muncul lagi. Jarak semburan air dan gas ini sekitar 40-an Km. Apakah ada hubungan kemunculan semburan gas dan semburan air yang berhenti ? Hingga kini belum ada penelitian.

Dua sumur bor yang mengeluarkan semburan gas muncul di tengah sawah petani di Dusun Ngepeh, Desa Bendo, Kecamatan Padas, bernama Sadikan (50) dan semburan gas lainnya muncul di tengah sungai yang mengering karena kemarau milik Sukinem (45). Semburan dua titik gas itu muncul di hari yang sama, Jumat (10/8).

"Betul ini ada dua titik sumur pompa milik petani di wilayah desa saya, yang mengeluarkan semburan gas dan menyala saat di sulut api," kata Kepala Dusun Ngepeh Desa Bendo Kecamatan Padas, Suharwito (42) kepada detikcom di lokasi, Minggu (12/8/2018).


Untuk sumur yang mengeluarkan semburan gas milik Sadikan (50) warga Dusun Gadung, Desa Ngompro, Kecamatan Pangkur, apinya lebih besar dan muncul pukul 16.00 WIB, Jumat (10/8). Kedalaman sumur Sadikan sekitar 30 meter dan ukuran pipanya 2,5 inci.

Sedangkan sumur kedua yang mengeluarkan semburan gas, Jumat pagi, milik Sukinem (45) warga Dusun Kuncen, Desa Tambakromo, Kecamatan Padas, muncul di tengah sungai yang airnya sudah mengering.

Semburan gas muncul di sumur warga di tengah sungai yang mengering/Semburan gas muncul di sumur warga di tengah sungai yang mengering/ Foto: Sugeng Harianto


"Kedua sumur ini pemiliknya orang dari luar Dusun Ngepeh Desa Bendo semuanya. Lokasinya berada di wilayah kami. Jarak kedua sumur yang mengeluarkan semburan gas sekitar 2 Km. Dan yang paling besar semburan apinya di sumur milik Pak Sadikan. Kalau sumur milik Bu Suminem, api yang keluar agak kecil," tuturnya.


Munculnya semburan api ini bermula dari kecurigaan seorang warga bernama Kasno (42) mencium bau gas. Kasno pun mencari asal bau gas tersebut. Saat dicari asal bau dari celah tanah, rupanya bau gas muncul dari pipa sumur.

"Kasno mencoba menyalakan api, ternyata menyala," tambahnya.

Sebelumnya sumur milik Muhajir di Dusun Karasan, Desa Waruk Tengah, Kecamatan Pangkur, mengeluarkan semburan gas, Minggu (5/8). Sehingga total semburan gas muncul di tiga titik.

Gas di rumah Muhajir itu muncul bersamaan dengan semburan air berpasir di Desa Sidolaju Kecamatan Widodaren. Diketahui jarak antara lokasi sumur yang keluar gas dengan lokasi semburan sekitar 45 Km.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com