detikNews
Minggu 12 Agustus 2018, 13:51 WIB

Semburan Air di Ngawi Berhenti, Begini Curhat Pemilik Sawah

Sugeng Harianto - detikNews
Semburan Air di Ngawi Berhenti, Begini Curhat Pemilik Sawah Mujianto saat melihat semburan air berhenti/Foto: Sugeng Harianto
Ngawi - Berhentinya semburan air di Ngawi ini membawa dampak bahagia dan sedih bagi pemilik sawah. Mujianto (45) warga Desa Planglor Dukuh Tambakselo selatan, Kecamatan Kedunggalar, mengaku bahagia lantaran sawahnya bisa segera ditanami padi.

"Gimana ya, antara sedih dan bahagialah semburan air berhenti. Bahagianya saya bisa segera bisa menanam padi. Kalau dukanya mesin pompa saya rusak belum bisa diperbaiki. Kalau membuat sumur lagi mahal sampai Rp 50 juta," kata Mujianto sambil bersandar di kayu jati kepada detikcom di lokasi, Minggu (12/8/2018).


Mujianto berharap ada solusi dari Pemkab Ngawi terkait persoalan dirinya. Dia pun membongkar rumah mesin pompanya dan menutup pipa sumur bor berukuran 6 inch dengan kain.

Lokasi semburan air yang sudah berhenti/Lokasi semburan air yang sudah berhenti/ Foto: Sugeng Harianto


"Sudah saya tutup dengan kain. Rumahnya saya bongkar dan rapikan," jelas pria usai makan siang di pinggir sawahnya.

Semburan air di Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren ini awalnya muncul bercampur lumpur, Minggu (5/8) sekitar pukul 05.00 WIB. Lokasi semburan berdekatan dengan Tol Ngawi-Mantingan KM 564. Dan hanya berjarak sekitar 100 meter di sisi selatan proyek Tol Ngawi-Mantingan.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com