detikNews
Minggu 12 Agustus 2018, 09:38 WIB

BKSDA Imbau Ular Ditemukan di Semburan Air Dilepas, Ini Alasannya

Sugeng Harianto - detikNews
BKSDA Imbau Ular Ditemukan di Semburan Air Dilepas, Ini Alasannya Foto: Sugeng Harianto/File
Ngawi - Seekor ular sanca python reticulatus sepanjang 3 meter ditangkap warga di dekat lokasi semburan air bercampur pasir, Kamis (9/8) dini hari. BKSDA wilyah 1 Madiun meminta agar ular itu dilepas.

"Meski tidak beracun kami minta agar ular dilepaskan saja. Dari ular yang saya amati itu jenis ular sanca python reticulatus. Itu sangat menguntungkan petani jika dilepas," ujar Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) BKSDA wilayah 1 Madiun Tri Wahyu Widodo saat dihubungi detikcom, Minggu (12/8/2018).


Permintaan BKSDA untuk melepaskan ular itu, sebab sanca python reticulatus atau sanca kembang adalah pemangsa tikus di sawah. Jika tidak dilepas, lanjut Tri, pihak pemelihara membutuhkan biaya besar untuk keperluan pakannya.

"Kalau tidak dilepas pasti butuh biaya besar untuk pemeliharaannya. Butuh beli paling tidak kelinci untuk pakan setiap harinya. Kalau dilepas di sawah kan bisa makan hama tikus," katanya.


Tri mengaku penemuan warga ini tidak perlu dibawa ke BKSDA. Sebab ular ini bukan jenis hewan dilindungi. Ular sanca python reticulatus ditemukan warga di dekat lokasi semburan air setinggi 30 meter di Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Ngawi.

Ular dengan panjang tiga meter warna hitam dengan corak kecoklatan, muncul di parit dekat tanaman jagung. Saat ditangkap, membutuhkan 6 orang. Saat ini ular tersebut telah diamankan di rumah warga.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com