DetikNews
Rabu 08 Agustus 2018, 14:49 WIB

Semburan di Ngawi, ESDM: Tak Mengandung Minyak dan Gas

Sugeng Harianto - detikNews
Semburan di Ngawi, ESDM: Tak Mengandung Minyak dan Gas Petugas ESDM sedang bertanya kepada pemilik sumur yang menyembur (Foto: Sugeng Harianto)
Ngawi - Petugas dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim mendatangi lokasi semburan air bercampur pasir di Ngawi. Kedatangan mereka untuk mengambil sampel air semburan.

"Semburan air sudah menurun. Semula 30 sampai 40 meter kini tinggal 25-an meter," ujar Kepala Bidang Energi Dinas ESDM Jatim Kukuh Sudjatmiko kepada wartawan di lokasi Rabu (8/8/2018).

Kukuh mengatakan sampel air yang diambil nantinya akan diteliti. Namun Kukuh belum tahu kapan hasilnya akan keluar. Kukuh meminta warga tak khawatir dengan semburan ini karena pihaknya tak menemukan adanya gas yang turut keluar bersama air.


"Insyallah tidak beracun, karena yang keluar tidak mengandung minyak. Gas yang keluar itu pun hanya karena bubble (gelembung). Kalau tidak ada gas tidak akan keluar setinggi ini," katanya.

Dikatakan Kukuh, wilayah Ngawi memang tempatnya air dan gas. Dan semburan di Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren merupakan fenomena alam semata.


"Lokasinya ini di utaranya Gunung Lawu dan di selatannya Gunung Kendeng. Prosesnya kan masing-masing. Di tengah mungkin ada patahan, retakan, dan lipatan dalam tanah. Di sini tempatnya air dan gas, jadi kalau timbul sesuatu di luar perkiraan kita, ini merupakan fenomena alam yang sesuai dengan siklus alam. Dulu pada tahun 2015 pernah terjadi di Gondang, Nganjuk dan tahun 2016 di Desa Njari Bojonegoro," ungkapnya.

Pantauan detikcom Tim dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur juga nampak berbincsng dengan pemilik sawah yang ditemukan semburan. Tim menanyakan kronologi awal terjadinya semburan air berpasir yang sempat bercampur lumpur sejak Minggu (5/8/2018).
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed