Salah seorang pelajar kelas V, Satria Iman (10) mengaku dirinya prihatin dengan gempa yang terjadi. Dia pun melakukan salat gaib dan beramal dengan teman-temannya.
"Selain dapat mempraktekkan pengetahuan shalat gaib, juga dapat membantu beramal bagi korban gempa. Semoga para korban bencana gempa diberi kesabaran dan ketabahan dengan bencana ini," kata Satria sebelum melakukan belajar mengajar kepada wartawan di lokasi, Selasa (7/8/2018).
Setelah salat gaib dilakukan, para pelajar membuka posko. Semua pelajar diperbolehkan menyumbang uang seikhlasnya yang dimasukkan dalam kotak kardus.
Sementara Sri Wahyuni, Kepala Sekolah SD Rahmat mengaku posko bencana di sekolahnya akan dibuka selama sepekan. Tidak hanya untuk anak didiknya, wali murid yang turut menyumbang dipersilahkan.
"Selain beramal dan praktek salat, kami juga mendirikan posko bantuan yang tidak hanya untuk anak kami dan orang tua wali, tapi masyarakat umum juga bisa menyumbang," jelas Sri Wahyuni.
Rencananya pihaknya akan menyalurkan langsung bantuan korban gempa dengan berkoordinasi dengan pihak terkait. (fat/fat)











































