DetikNews
Selasa 07 Agustus 2018, 07:09 WIB

Keren, Mahasiswa UB Ciptakan Alternatif Formalin dari Batok Kelapa

Muhammad Aminudin - detikNews
Keren, Mahasiswa UB Ciptakan Alternatif Formalin dari Batok Kelapa Foto: istimewa
Malang - Bahan pangan seperti ikan mengandung kadar air tinggi sehingga mudah mengalami kemunduran mutu akibat mikroorganisme. Untuk itu penambahan formalin (dengan nama kimia formaldehid) secara efektif dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme.

Namun sebenarnya formalin tidak boleh digunakan karena efek sampingnya yang berbahaya. Sayangnya sebagian besar masyarakat sering menggunakan formalin hanya ingin meraup untung yang sebesar-besarnya, tanpa tahu apa bahaya yang mengintai tersebut.

Berangkat dari permasalahan itu, tiga mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya mencoba mencari terobosan baru sebagai alternatif bahan pengawet formalin, berupa asap cair yang terbuat dari batok kelapa.


Ketiganya adalah Dysa Nurrachma, Chusnul Liyah, dan Mahbubur Rahman. Di bawah bimbingan dosen Hartati Kartikaningsih, mereka menggagas kegiatan tersebut melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang didanai oleh Kemenristek Dikti.

Ketua Tim Dysa Nurrachma menyampaikan, metode yang mereka temukan tidak jauh berbeda dengan pengasapan untuk mengawetkan ikan. "Namun metode tersebut kurang efektif dan berpotensi menumbuhkan bakteri dari cemaran udara," katanya kepada detikcom, Selasa (7/8/2018).

Mahasiswa UB Ciptakan Alternatif Formalin dari Batok KelapaFoto: istimewa

Sedangkan asap cair dari batok kelapa yang mereka namakan Coconut Shell Liquid Smoke (CS-LS) ini disebut memiliki efektivitas tinggi tetapi juga rendah efek samping.

Dijelaskan oleh Dysa, ini karena nilai rendemen Coconut Shell Liquid Smoke (CS-LS) grade 3 sebesar 11,76 persen; grade 2 sebesar 11 persen; dan grade 1 sebesar 11,37 persen dengan rata-rata efisiensi destilator sebesar 93,34 persen.


Untuk memastikan efektivitasnya, tim Dysa juga telah melakukan ujicoba dengan mengaplikasikan asap cair dari batok kelapa itu ke hasil perikanan.

"Pada pengaplikasiannya menggunakan 4 sampel uji berupa ikan kembung segar ukuran 250-300 gram bentukan whole dan fillet, udang vannamei kecil ukuran konsumsi bentukan wholedan butterfly. Pemilihan penggunaan konsentrasi 7,5 persen dan 10 persen karena pada konsentrasi tersebut Coconut Shell Liquid Smoke (CS-LS) sudah mulai dapat membentuk zona hambat," beber Dysa.

Hasilnya, ikan dan udang bentukan whole yang diolesi asap cair dengan kedua konsentrasi itu dapat bertahan selama dua hari. Sedangkan bentukan fillet dan butterfly dapat bertahan selama tiga hari pada suhu ruang, bahkan masa simpan dapat diperpanjang dengan penyimpanan pada suhu rendah.

"Dibandingkan dengan penggunaan ikan berformalin bisa bertahan hingga 3-4 hari pada suhu ruang," tambahnya.


Tonton juga video: 'Kenali Ciri-ciri Makanan Mengandung Formalin atau Boraks'

[Gambas:Video 20detik]


Keren, Mahasiswa UB Ciptakan Alternatif Formalin dari Batok Kelapa

(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed