DetikNews
Senin 06 Agustus 2018, 17:33 WIB

Viral, Akun FB Kasi Intel Kejari Blitar Diretas untuk Minta Pulsa

Erliana Riady - detikNews
Viral, Akun FB Kasi Intel Kejari Blitar Diretas untuk Minta Pulsa Safi Hadari memperlihatkan akun Facebook-nya yang asli. (Foto: Erliana Riady)
Blitar - Viral, akun Facebook Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Blitar, Safi Hadari, diretas orang tak dikenal dengan modus 'minta pulsa'. Diduga kuat 154 orang menjadi korbannya.

Dari penelusuran detikcom, pelaku menggunakan modus mengajak berteman (add a friend) di Facebook. Setelah pertemanan diterima, pelaku mengaku M-Banking miliknya error karena terblokir.

Untuk memperkuat pernyataannya, pelaku mengaku berada di bank untuk mengurus hal itu, namun ia kehabisan pulsa. Ia lantas meminta pulsa kepada teman-temannya di Facebook, terutama mereka yang telah menerima permintaan pertemanan dari yang bersangkutan sebelumnya.


Kasus ini tak hanya merebak di dunia maya namun juga menjadi bahan perbincangan di kalangan pejabat dan awak media di Blitar Raya. Sebab hampir semua teman di akun Facebook yang asli, yaitu Syafi Al Hadari Hadari, kemudian dimintai pertemanan lagi oleh akun palsu Syafi Al Hadari.

Salah satunya dikirimkan kepada salah satu jurnalis TransTV Blitar, Yosibio Novianto. Namun Yosi yang mencium gelagat penipuan ini menanggapi permintaan pulsa itu dengan gurauan belaka.

Viral, Akun FB Kasi Intel Kejari Blitar Diretas untuk Minta PulsaFoto: Erliana Riady

Begitu juga yang terjadi pada jurnalis Radio Patria, Dinar Enggarsasi. Namun Dinar memilih menghubungi Safi secara langsung untuk mengkonfirmasi hal itu.

"Saya langsung berpikir ini penipuan. Karena Pak Safi sudah punya akun FB, dan yang baru ini temannya masih sedikit. Jadi saya langsung telpon saja untuk memastikan ini penipuan," kata Dinar ditemui di studionya, Senin (6/8/2018).


Sementara itu, Safi Hadari yang ditemui di kantornya hari ini mengaku sangat dirugikan dengan perbuatan pelaku.

"Dari 224 temen saya di FB itu, sudah 154 yang di-add lagi. Kemungkinan besar mereka sudah jadi korban. Kalau yang punya nomor handphone saya, semua sudah menelpon ngabari itu," ujarnya kepada detikcom.

Safi juga mengaku teman-temannya di Facebook yang sebagian besar adalah pejabat di lingkungan Kota dan Kabupaten Blitar itu menceritakan bahwa mereka diminta mengirim pulsa sebesar Rp 100 ribu.

"Saya malu sekali ini. Saya juga khawatir kalau ada teman saya yang sampai kirim pulsa beneran," pungkasnya.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed