Frekuensi Radio Karaoke dan Layang-layang Kerap Ganggu Penerbangan

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 31 Jul 2018 18:19 WIB
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Frekuensi radio karaoke berkedok radio komunitas dan layang-layang, jadi gangguan tertinggi keamanan dan keselamatan penerbangan di Banyuwangi.

"Di Banyuwangi, gangguan frekuensi radio komunitas dan layang-layang sangat membahayakan," kata GM Perum LPPNPI (Airnav) Indonesia Cabang Surabaya, Mokhammad Khotim dalam acara Security and Safety yang digeber Airnav Indonesia Cabang Surabaya, di aula sekolah pilot BP2 Penerbang Banyuwangi, Selasa (31/7/2018).

Catatan Airnav, sejak tahun 2012-2017 dilaporkan ada 58 kasus gangguan frekuensi radio karaoke di Bandara Banyuwangi. Siaran radio komunitas di Bumi Blambangan, didominasi acara musik dan karaoke on air tiba-tiba masuk dalam frekuensi radio komunikasi pilot maupun Air Traffic Controller (ATC) Airnav Bandara Banyuwangi.

"Sementara dalam 2 tahun terakhir tercatat ada 25 laporan gangguan layang-layang. Rata-rata gangguan ini terjadi 1,4 kali tiap bulan," tambahnya.

Kasus gangguan jenis tersebut biasa terjadi saat pesawat hendak take off atau landing di Bandara Banyuwangi. Kebanyakan benang nyangkut dan melilit pada baling-baling pesawat.

"Hingga Juli 2018 ini sudah ada 10 laporan gangguan layang-layang," ungkapnya.

Manager Keselamatan, Keamanan dan Standarisasi Airnav Indonesia Cabang Surabaya, Rita Nurharyanti menambahkan, selain dua gangguan tersebut, juga ada bahaya lain yang mengintai penerbangan di Bandara Banyuwangi. Yakni asap hasil pembakaran padi disekitar bandara.

Ini dapat mengurangi jarak pandang pilot para proses take off, landing dan operasi penerbangan lainya.

"Gangguan lain adalah sinar laser. Gangguan jenis ini dapat menyebabkan silau pada penglihatan, kaget hingga pilot hilang konsentrasi," tambahnya.

"Kita berharap ada kerjasama dari seluruh pihak di Banyuwangi untuk bersama-sama menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan," pungkasnya.

Acara Security and Safety yang digeber Airnav Indonesia Cabang Surabaya ini dihadiri seluruh instansi terkait. Meliputi Dinas Perhubungan, baik dari Provinsi Jawa Timur maupun Kabupaten Banyuwangi, sekolah dan siswa pilot BP2 Penerbang Banyuwangi dan pihak bandara Banyuwangi. Termasuk Maskapai Penerbangan serta Forpimka Rogojampi, Kabat dan Blimbingsari.

Selain paparan dan tanya jawab, dalam kegiatan ini pihak Airnav juga menyerahkan cinderamata kepada seluruh undangan sebagai wujud komitmen bersama menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan di Bumi Blambangan. (fat/fat)