DetikNews
Selasa 31 Juli 2018, 07:22 WIB

Keren, ITS Luncurkan Mobil Listrik untuk Ajang Reli Dakar 2019

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Keren, ITS Luncurkan Mobil Listrik untuk Ajang Reli Dakar 2019 Prof Joni mengamati salah satu mobil listrik yang akan diikutkan dalam ajang Reli Dakar 2019. (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya meluncurkan dua mobil listrik. Mobil pertama disebut dengan BLITS, memiliki kelebihan murni bertenaga listrik. Sedangkan mobil kedua adalah Hybrid Series Kasuari yang menggunakan tenaga listrik dari bahan bakar minyak goreng bekas.

Menariknya, kedua mobil ini akan diikutkan ajang reli internasional, yaitu Reli Dakar 2019.

Untuk itu sebagai bentuk persiapan jelang reli, keduanya akan dijajal melakukan perjalanan sejauh 15.000 km dan mengelilingi 32 provinsi di Indonesia.

"Ini bukan semata-mata inovasi teknologi yang telah dibuat ITS, tapi suatu perwujudan mimpi yang luar biasa karena tentunya tidak mudah mencapai jarak 15.000 km dari Sabang sampai Merauke," ujar Rektor ITS Prof Joni Hermana usai launching di Kampus ITS Surabaya, Senin (30/7/2018).


Joni menambahkan, nama mobil listrik baru yang diluncurkan ITS, yaitu BLITS ini diambil dari perpaduan nama antara Budi Luhur dan ITS. Sebab mobil-mobil ini dibuat dari hasil kerjasama antara ITS dan Universitas Budi Luhur Jakarta, serta dukungan dari pihak lain seperti PLN, Pertamina, LPDP hingga Menristekdikti.

"Kami sangat senang bahwa ada kerjasama dan investasi untuk mewujudkan mobil listrik sehingga ini akan menjadi inspirasi bagi bangsa kita ke depan," harap Joni.

Keren, ITS Luncurkan Mobil Listrik untuk Ajang Reli Dakar 2019Prof Joni dan Prof Didik mencoba salah satu mobil listrik yang akan diikutkan dalam ajang Reli Dakar 2019. (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)

Hal senada juga diutarakan Rektor Universitas Budi Luhur, Prof Didik Sulistyanto. Ia ingin mobil ini dapat meningkatkan daya saing mahasiswa dan bangsa.

"Jadi BLITS ini adalah kerjasama antara Budi Luhur dan ITS. Kerjasama ini penting karena ini kaitannya dengan meningkatkan daya saing bangsa dan mahasiswa yang terlibat," ungkapnya.

Bagi Didik, mengikuti ajang internasional seperti Reli Dakar penting bagi Indonesia untuk memperkenalkan inovasi yang dimiliki anak bangsa. Namun sebelum itu, mobil-mobil tersebut akan diujicobakan terlebih dahulu.

"Reli Dakar ini penting karena Indonesia mengikuti ajang internasional, makanya sebelum berangkat maka kita jalankan selama 3 bulan atau 95 hari dengan 15.000 km," tambah Didik.


Namun Joni mengungkapkan mobil ini untuk sementara masih berupa prototype atau purwarupa. Kendati demikian pihaknya akan membuka peluang lebar-lebar jika ada beberapa pihak yang ingin berinvestasi dan mengembangkan mobil ini.

"Rencana pengembangan ke depan sementara ini kita masih prototype, itu masih perlu dibuktikan jika ingin berhasil. Insya Allah nanti akan banyak investor dan pihak yang bersedia untuk mengembangkan lebih lanjut lagi," yakinnya.

Joni juga ingin mobil listrik menjadi salah satu alternatif transportasi pilihan masyarakat mengingat sejumlah keunggulan yang dimilikinya seperti ramah lingkungan dan bahan bakarnya yang bisa ditemukan dimana-mana.

"Semoga ada pihak yang bersedia melanjutkan hingga bisa menjadi produk masyarakat. Saya kira ke depan produk kendaraan tenaga listrik adalah kendaraan yang menjadi pilihan," tutupnya.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed