DetikNews
Senin 30 Juli 2018, 18:27 WIB

Dubes Singapura Mengenang Sosok Gus Dur Tentang Nasionalisme

Ardian Fanani - detikNews
Dubes Singapura Mengenang Sosok Gus Dur Tentang Nasionalisme Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Dubes Singapura untuk RI Anil Kumar Nayar mengapresiasi peran-peran kebangsaan yang dilakukan Nahdlatul Ulama (NU). Menurutnya, sebagai organisasi keagamaan, NU berhasil menyatukan antara nilai-nilai keislaman dan nasionalisme.

Kedatangan Dubes Singapura di Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Jalan Ahmad Yani, setelah bertemu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Didampingi Wabup Banyuwangi Yusuf Widyatmoko, Anil Kumar bertemu dengan Ketua PCNU, Ali Makki Zaini.

"Nahdlatul Ulama memiliki peran besar dalam menjaga Indonesia. Mampu mengajarkan nilai-nilai keislaman dan tidak bertentangan dengan Pancasila," ungkapnya saat menghadiri pertemuan dengan PCNU Banyuwangi, Senin (30/7/2018).

Peran penting NU tersebut, menurut Anil, perlu terus dipertahankan guna membangun sinergitas dan keamanan di kawasan Asia Tenggara. "Peran-peran tersebut perlu terus diperbesar daya jangkaunya," imbuhnya.

Dalam kesempatan bertemu dengan warga nahdliyin itu, dubes yang telah bertugas selama 6 tahun mengenang seorang tokoh NU, Gus Dur. Lewat presiden keempat Indonesia itu, Anil mengenal peran besar NU.

"Pada awal-awal reformasi, saya banyak berbincang dengan seseorang. Beliau menarik sekali dalam menjelaskan NU, Islam dan Indonesia. Tak seperti di kuliah, beliau berbincang dengan penuh humor. Menggunakan image (perumpamaan) lewat bola sepak dan hiburan lainnya. Orang tersebut adalah Gus Dur," kenangnya.

Dari perjumpaan dengan Gus Dur sebelum jadi duta besar itu, membuatnya menaruh perhatian pada NU. Sehingga ketika bertugas di Indonesia, ia menjadikan NU sebagai salah satu mitranya. "Tidak lengkap kalau berkunjung ke suatu daerah, jika tidak bertemu dengan NU," ungkapnya.

Sementara Ketua NU Banyuwangi Muhammad Ali Makki menegaskan pandangan NU terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan. Baginya, NU telah tegas dalam mengatur interaksinya dalam berbagai kalangan.

"Di NU itu, ada empat macam persaudaraan. Di antaranya adalah ukhuwah bashariyah. Persaudaraan sebagai sesama umat manusia," terang Gus Makki, sapaan karibnya.

"Dari ukhuwah bashariyah itu, NU tak lagi memandang dari mana, asal negara, suku bangsa, semuanya adalah saudara. Kedatangan Pak Anil ke kantor NU ini, bagi kami adalah kedatangan seorang saudara. Maka, kami sambut dengan penuh kehangatan," imbuh Gus Makki.

Dalam pertemuan yang berlangsung gayeng itu, dihadiri puluhan pengurus PCNU Banyuwangi, Lembaga dan badan otonom. Ada pula beberapa pengasuh pesantren di Banyuwangi dan Wakil Bupati Bayuwangi Yusuf Widiyatmoko yang turut mendampingi.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed