Tragis, Dua Mahasiswa di Tulungagung Tewas Tersambar KA Dhoho

Adhar Muttaqin - detikNews
Senin, 30 Jul 2018 13:43 WIB
Lokasi mahasiswa tersambar KA Dhoho/Foto: Istimewa
Tulungagung - Dua mahasiswa baru (Maba) IAIN Tulungagung tewas tersambar KA Dhoho. Saat itu motor korban melintas di perlintasan tanpa palang pintu Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung.

Dua mahasiswa tersebut yakni Ahmat Taufik (18) Desa Wotanmas Jedong, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto dan Muhammad Yani Aziz (18) Dusun Glatik, Desa Wates Negoro, Kecamatan Ngoro, Mojokerto.

"Kedua korban meninggal dunia di lokasi kejadian, karena mengalami luka parah di beberapa bagian tubuhnya. Saat ini masih dalam penanganan Unit Lakalantas Polres Tulungagung," kata Humas PT Kereta Api Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko, Senin (30/7/2018).

Dia menjelaskan, tewasnya korban bermula saat mengendarai sepeda motor Megapro nopol S 6740 PO, sekitar pukul 09.30 WIB. Tiba di perlintasan KA tanpa palang pintu Plosokandang, diduga keduanya menyeberang tanpa melihat ke kanan dan kiri.

"Pada saat yang bersamaan dari arah barat melintas Kereta Api Dhoho nomor 412 tujuan Blitar, sehingga tabrakan tak terhindarkan. Padahal sebelum kejadian masinis sudah membunyikan semboyan 35 atau klakson peringatan," ujarnya kepada detikcom.

Selain sudah diklakson, sejumlah warga di sekitar lokasi kejadian juga sudah memberikan peringatan kereta melintas dengan meneriaki kedua korban. Namun mereka tidak mendengar dan tetap menyeberang.

"Meskipun perlintasan tak berpenjaga, di situ sudah dilengkapi dengan rambu-rambu peringatan, seharusnya masyarakat yang melintas harus waspada dan mendahulukan perjalan kereta api," jelasnya.

Akibat tabrakan itu korban dan sepeda motor korban terpental dan terseret kereta api hingga beberapa meter dari lokasi kejadian. Keduanya tewas karena mengalami luka parah.

"Setelah kejadian itu kereta langsung berhenti dan masinis memberitahukan kepada petugas keamanan kereta api untuk ditindaklanjuti. Kemudian petugas kami juga melakukan pengecekan kondisi kereta," ujar Ixfan.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan kerusakan pada kran selang airbrake. Namun setelah dilakukan perbaikan kereta api bisa kembali melanjutkan perjalanan hingga lokasi tujuan.

"Kami dari PT Kereta Api turut berbelasungkawa atas meninggalnya korban. Semoga peristiwa serupa tidak terjadi kembali dan masyarakat lebih waspada saat melewati perlintasan kereta api," ujarnya.

Sementara Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Wisnu Setiyawan Kuncoro membenarkan kecelakaan tersebut. Saat ini peristiwa itu masih dalam penanganan petugas.

"Memang benar ada kecelakaan itu, kedua korban meninggal dunia, mereka adalah mahasiswa baru di IAIN Tulungagung," kata Wisnu. (fat/fat)