detikNews
Jumat 27 Juli 2018, 14:29 WIB

Gelombang Tinggi Paksa Nelayan Tak Melaut, Ini Dampaknya

Suparno - detikNews
Gelombang Tinggi Paksa Nelayan Tak Melaut, Ini Dampaknya Hanya ikan tawar yang dijual selama ombak tinggi (Foto: Suparno)
Sidoarjo - Tidak melautnya nelayan akibat ombak tinggi membuat pasokan ikan di tempat pelelangan ikan (TPI) di desa Gisik Cemandi Kecamatan Sedati kosong. Banyak lapak pedagang yang dibiarkan kosong karena memang tidak ada pasokan ikan sejak 3 hari ini.

Dari pantauan detikcom, hanya terlihat beberapa pedagang ikan yang berjualan. Namun ikan yang dijual bukan hasil tangkapan laut melainkan ikan air tawar seperti bandeng, nila, dan patin. Sedangkan untuk ikan laut kosong. Kalaupun ada kondisinya sudah tidak segar lagi karena dimasukkan mesin pendingin.

"Ini sebenarnya lagi musim ikan tapi karena ombak tinggi nelayan tidak berani melaut. Pasokan otomatis kosong" kata Fatimah (39), salah satu penjual ikan di TPI Gisik Cemandi Sedati Sidoarjo, Jum'at (27/7/2018).

Fatimah yang biasanya menjual ikan seperti dorang, kakap putih, baronang, dan lain-lain sejak tiga hari ini hanya duduk-duduk saja di lapaknya. Kalau ada ikan harganya sangat mahal, itu pun sulit untuk didapat.


"Untuk mendapatkan ikan sangat sulit kalau ada itu ikan dari luar kota, otomatis harganya mahal," tambah Fatimah.

Hal yang sama disampaikan oleh Sukria (62). Dirinya tetap menjual ikan laut itupun ikan sisa yang difreezer. Karena barang yang dijual sedikit, maka berlaku hukum ekonomi. Semakin sedikit barang yang dijual. Maka harganya pun semakin mahal.

Untuk ikan dorang yang biasanya dijual Rp 40 ribu per kilonya saat ini menjadi Rp 60 ribu per kilo. Untuk ikan kakap putih yang pada hari biasa hanya dijual Rp 35 ribu saat ini menjadi Rp 55 ribu.

Sementara ikan Baronang awal Rp 45 per kilo sekarang menjadi Rp 65 per kilo. Sedangkan untuk ikan perairan air tawar harganya stabil karena tidak terpengaruh cuaca.


"Semua ikan laut naik harganya karena sedikit barangnya. Kalaupun ada itu ikan freezer," kata Sukria.

Selain menjual ikan laut, Sukria juga menjual kepiting, udang, cumi-cumi yang semua harganya pun naik rata-rata per kilonya Rp 10 hingga Rp 20 ribu rupiah.

Padahal di hari biasa, tempat pelelangan ikan ini biasanya sangat ramai karena ikan yang dijual masih segar, juga harganya pun murah. Pada hari libur ataupun akhir pekan, pasar ikan ini akan penuh dengan aktivitas jual beli mulai siang hingga sore hari. Namun saat ini kondisinya sepi karena pasokan ikan laut yang sulit.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com