Petugas Jaga Menara Lapas Porong Ini Gugur Dalam Tugas

Petugas Jaga Menara Lapas Porong Ini Gugur Dalam Tugas

Suparno - detikNews
Kamis, 26 Jul 2018 17:55 WIB
Petugas Jaga Menara Lapas Porong Ini Gugur Dalam Tugas
Foto: Suparno
Sidoarjo - Ali Machmudin, anggota regu pengamanan II Lapas Kelas I Surabaya di Porong, Sidoarjo ditemukan tak bernyawa saat melaksanakan tugas.

Ali diketahui sudah tidak bernyawa sekitar pukul 04.30 WIB, di menara jaga 7. Ali ditemukan tak bernyawa oleh salah satu rekan kerjanya, Varis Simbah Putra Fariandra.

"Beliau ini dedikasinya tinggi, kalau waktunya berjaga tidak pernah meninggalkan tempat, sehingga kami menempatkannya ke Pos yang paling rawan," kata Taufik Rahman, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Kelas I Surabaya di Porong, kepada detikcom saat dihubungi, Kamis (26/7/2018).

Taufik menambahkan, sesuai dengan penuturan Varis, Ali sempat ingin istirahat sebentar. Melihat kondisi Ali yang kurang sehat, Varis mengizinkan senior sekaligus mentornya itu untuk tidur di kursi di dalam menara.

"Sekitar pukul 01.30 WIB, saat masih tidur, almarhum batuk-batuk," tambahnya.

Setelah itu, Ali mengubah posisi tidurnya menjadi tengkurap. Sekitar pukul 04.30 Wib, Varis mencoba membangunkan. Namun, Ali sudah tidak merespon. Petugas ini pun lalu berkoordinasi dengan Polsekta Porong terkait dengan kematian Ali.

"Sekitar pukul 07.30 WIB, Jenazah Ali berhasil dievakuasi dari atas Menara dan langsung dibawa ke RS Bhayangkara Porong untuk penanganan lebih lanjut," tambahnya.

Pihak keluarga pun langsung menuju rumah sakit milik Polri itu. Istri dan anaknya yang masih kecil langsung histeris. Sang anak terlihat sangat terpukul dengan kepergian ayahnya.

Kepergian Ali cukup mengagetkan bagi rekan-rekan kerjanya. Pasalnya, pria yang baru merayakan ulang tahunnya ke-43, 3 Juni lalu itu selama ini dikenal sangat giat bekerja. Selain menjadi petugas penjagaan di Lapas sejak 1999, dia juga seorang wirausahawan.

"Beliau dikenal sebagai juragan odong-odong. Saya masih ingat dulu, beliau tidak segan bawa dagangannya untuk dipasarkan di kantin lapas. Bahkan pernah juga mendorong gerobak minyak tanah," timpal Bambang Sugianto, salah satu koleganya.

Hal yang sama diungkapkan Tanto. Menurutnya, Ali adalah orang yang sangat peduli dengan rekan kerja. Dia selalu bertanya kondisi teman-temannya saat bertemu. Tak jarang banyak pegawai lain yang sering curhat kepadanya.

"Akhir-akhir sering cerita kalau tidak enak badan, tapi dia itu juga salah satu yang cuek dengan kesehatannya. Selamat jalan Bapak Ali. Pekerjaanmu Mulia, Semoga Diganjar Surga," tandasnya Tanto. (fat/fat)
Berita Terkait