8 Pesawat Tempur TNI AU Ikut Latihan Pitch Black 2018 di Australia

Sugeng Harianto - detikNews
Rabu, 25 Jul 2018 20:03 WIB
Foto: Istimewa
Madiun - TNI AU mengirimkan 8 pesawat tempur untuk berlatih bersama di Australia. Latihan dikemas dalam "Pitch Black" 2018 ini diikuti 12 negara.

"Latihan terbesar Angkatan Udara Australia "Pitch Black" 2018, kita kirimkan 9 pilot ke Australia. Indonesia ikut dalam skenario latihan bersama membutuhkan waktu 28 tahun, keikutsertaan TNI AU dalam latihan bersama Pitch Black ini," kata Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Samsul Rizal, kepada wartawan Rabu (25/7/2018).

Dalam latihan bersama 27 Juli hingga 17 Agustus 2018 mendatang, Kata Samsul melibatkan 8 pesawat tempur jenis flight F-16 C/D Block 52ID. Latihan bersama ini, lanjut Samsul rutin dilaksanakan dua tahun sekali, guna meningkatkan kualitas pertahanan keamanan negara.

"Ini merupakan ajang latihan dua tahunan yang diselenggarakan AU Australia (RAAF) di Kawasan Utara Negeri Kangguru. Sekaligus sebagai bukti bahwa Indonesia dianggap mampu dan sejajar dengan angkatan udara negara-negara lain, dan menjadi tolok ukur profesionalisme Angkatan Udara dalam mengawaki alutsista." tegasnya.

Penantian Indonesia untuk ikut dalam skenario latihan menurut Samsul memang cukup panjang. Hal ini dikarenakan pihak Australia hanya melibatkan Angkatan udara yang memenuhi kreteria modern alutsista, memenuhi SOP yang baik profesional dan safety.

"Sejak Pitch Black tahun 1981 diadakan Keikutsertaan Indonesia dimulai tahun 1990 an namun masih sebagai observer. Selanjutnya baru tahun inilah Indonesia melibatkan pesawat terbanyak sepanjang keikutsertaanya," katanya.

Dia menjelaskan pada latihan kali ini, Skadron udara 3 yang dipimpin Letkol Pnb Gusti Made Yoga Ambara memberangkatkan 87 personel dan 6 peninjau dari Mabes TNI AU. Rombongan menuju Darwin Australia dengan mengunakan pesawat Hercules A-1327 dari Skadron 31.

Dalam latihan bersama Pitch Black 2018, TNI AU akan unjuk kebolehan dengan jet tempur F-16 Block52ID. Sedangkan Australia menjagokan F/A-18 E/F Super Hornet, E/A-18 Growler, dari Singapura mendatangkan F-16 C/D dan F-15SG. Sedangkan Perancis mendatangkan Rafale, Malaysia membawa F/A-18D Hornet, Thailand dengan jet tempur Gripen, dan Marinir AS yang mengusung F/A-18 C/D Hornet.

Sementara itu, guna kesiapan latihan bersama di Australia, Komandan Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi Letkol Pnb Gusti Made Yoga Ambara menggelar latihan rutin dengan menggunakan delapan pesawat tempur F-16. Latihan penerbangan di atas ketinggian 50 ribu feet, dengan area di wilayah udara Madiun, Ngawi, Magetan, dan Pacitan. (bdh/bdh)