Bulog Targetkan Serap 600 Ribu Ton Gula Petani Hingga April 2019

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 25 Jul 2018 18:20 WIB
Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Pemerintah menugaskan Perum Bulog untuk menyerap gula petani tebu di tanah air. Hingga April 2019, Bulog akan menyerap 600 ribu ton gula petani. Dana yang disiapkan mencapai Rp 6-7 triliun.

Pembelian perdana gula petani tebu oleh Bulog digelar di Pabrik Gula (PG) Gempolkrep, Gedeg, Mojokerto. Bulog membeli 20 ribu ton gula petani di wilayah kerja PTPN X, PTPN XI dan gula dari grup PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

Dengan rincian gula petani tebu di wilayah kerja PG Gempolkrep, PTPN X sebanyak 5 ribu ton, PG Semboro Jember, PTPN XI sebanyak 5 ribu ton, PG Krebet Baru Malang, PT RNI sebanyak 7.500 ton, PG Redjo Agung Madiun, PT RNI sebanyak 2.500 ton.

Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar Utomo mengatakan, secara nasional Bulog akan menyerap gula milik petani tebu hingga 600 ribu ton. Hal itu sesuai dengan perintah dari Kementerian BUMN.

Pembelian gula petani sebanyak itu dilakukan secara bertahap hingga April 2019. Hanya saja gula yang diserap diprioritaskan hasil produksi tahun ini.

"Dana yang kami siapkan Rp 6-7 triliun, sudah standby. Gula diambil, uang langsung ada," kata Bachtiar kepada wartawan di PG Gempolkrep, Rabu (25/7/2018).

Gula para petani tebu di tanah air itu, lanjut Bachtiar, dibeli Bulog dengan harga netto Rp 9.700/Kg. Artinya, petani menerima utuh harga pembelian tersebut.

"Tanpa dipotong apa-apa. PPh (Pajak Penghasilan) dibebankan ke Bulog," terangnya.

Sayangnya, jika target ini tercapai pada April tahun depan, Bulog belum ada rencana untuk melanjutkan pembelian gula petani tebu.

"Setelah itu ya sudah sampai 600 ribu ton. (Peruntukannya) Kami lepas ke pasar. Tak boleh terjadi kelangkaan, barang harus ada di pasar," tandasnya. (fat/fat)