DetikNews
Selasa 24 Juli 2018, 13:59 WIB

Risma Akan ke Liverpool Lagi, Ini Tujuannya

Zaenal Effendi - detikNews
Risma Akan ke Liverpool Lagi, Ini Tujuannya Risma saat menerima penghargaan Lee Kuan Yew (Foto: Zaenal Effendi)
Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akan melakukan perjalanan 10 hari ke tiga kota dunia. Risma akan berkunjung ke Liverpool Inggris, Fukuoka dan Kitakyushu di Jepang.

Menurut Risma, dia ke Liverpool menindaklanjuti rencana pemerintah Kota Liverpool yang akan membuatkan galeri produk UKM Kota Surabaya di sana.

"Wakil Wali Kota Liverpool menyanggupi dan akan menjual produk UKM Kota Surabaya di galeri kota di sana. Itu yang pertama," ujar Risma di Balai Kota, Selasa (24/7/2018).

Kedua, Risma menindaklanjuti pemberian alat bantu bagi tiga sekolah difabel di Surabaya dari Pemkot Liverpool.


"Di Surabaya ada sekolah St Vincent's School yang akan mendapat bantuan peralatan dari Pemerintah Liverpool. Makanya saya mau ketemu kepala sekolahnya dulu untuk memastikan peralatan yang dibutuhkan," katanya.

Wali Kota perempuan di Surabaya itu juga memanfaatkan kunjungannya ke Liverpool untuk menjalin kerjasama lain yang menguntungkan warga.

Menurutnya, Wakil Wali Kota Gery Miller mempunyai semangat di bidang kesenian. Risma akan berusaha berunding agar warga yang mendapat beasiswa sekolah tata busana dari Pemkot bisa mendapat ilmu tambahan dari perancang busana di Liverpool.

"Pak Wawali Gery itu mempunyai passion yang kuat di bidang kesenian, makanya saya akan coba bilang ke dia soal beasiswa fashion anak-anak Surabaya, semoga ada titik terang," harap Risma.


Untuk Fukuoka, Risma mengaku akan menjadi pembicara tentang lingkungan dalam dua sesi. "Saya diundang jadi pembicara di Fukuoka Jepang tentang teknologi lingkungan, ada dua sesi. Karena Fukuoka dekat Kitakyushu, aku akan mampir ke sana, bicara masalah limbah rumah sakit," ujarnya.

Lanjut Risma, di Kitakyushu akan menindaklanjuti rencana hibah bantuan alat pengolah limbah rumah sakit di Surabaya yang sudah disetujui namun proses pemberian hibah harus banyak melalui tahapan.

"Proses hibahnya lama, pengolahannya. Dia (Kitakyushh) mau bantu dan kami sudah siapkan semuanya tinggal menunggu prosesnya ditambah beberapa waktu lalu perwakilan rumah sakit dan direktur rumah sakit sambat jika sudah tidak bisa membuang limbah di Cilengsih," ungkap Risma.

Namun ia memastikan jika proses hibah alat pengolah limbah rumah sakit sudah jadi hanya untuk rumah sakit negeri dan swasta di Surabaya. "Awalnya mereka (direktur dan perwakilan rumah sakit) minta bisa diolah di Surabaya, saya tidak mau. Tapi saya mau pastikan proses hibahnya kenapa lama," pungkas mantan Kepala Bappeko dan Kepala DKP Surabaya ini.



Tonton juga 'Saat Wali Kota Risma Murka ke Pengedar Pil Koplo':

[Gambas:Video 20detik]


(ze/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed