DetikNews
Senin 23 Juli 2018, 15:03 WIB

Ini Penyebab Virus Gemini Serang Tanaman Cabai di Malang

Muhammad Aminudin - detikNews
Ini Penyebab Virus Gemini Serang Tanaman Cabai di Malang Foto: Muhammad Aminudin/File
Malang - Gemini atau virus kuning menyerang tanaman cabai di Kabupaten Malang merusak tanaman. Ini karena benih yang ditanam berkualitas buruk.

"Bisa dari biji (benih) yang ditanam oleh petani. Bila sudah membawa virus maka cepat menyebar ketika tanam baru dimulai," terang Evi Sriwidiyawati, penyuluh pertanian lapangan (PPL) untuk wilayah Ngantang, Senin(23/7/2018).

"Ada benih juga dari bantuan pemerintah yang terserang virus gemini, ada juga petani beli sendiri," bebernya.

Kepada detikcom, PPL Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang ini mengungkapkan, hampir 50 persen lahan cabai rawit di wilayahnya (Ngantang) terserang virus gemini.

Untuk wilayah Ngantang saja, ada sekitar 600 hektare lahan cabai. Kini hampir separuhnya terserang virus gemini atau kuning, yang juga menyerang lahan cabai di kecamatan lain.


"Jadinya produksi menurun sampai 40 persen, lahan yang terserang sampai separuh dari lahan cabai seluas 600 hektare untuk di wilayah Ngantang," terangnya.

Pihaknya sebagai pendamping petani hanya bisa memberi arahan. Bila tanaman terserang virus gemini, segera untuk mencabutnya.

"Daun akan menguning, awalnya bintik-bintik kuning terlihat, jika begitu maka tanaman sudah terserang virus, harus segera dicabut. Memang pengaruhnya pada hasil produksi," ujarnya.

Dikatakan, lahan yang memperoleh bantuan tanam cabai dari Kementerian Pertanian melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malang juga terserang gemini.

"Dari mulai tahun kemarin seranganvirus gemini terjadi. Lahan kelompok tani yang mendapatkan bantuan juga terserang virus itu," bebernya.


Hari ini, harga jual cabai rawit tingkat petani melorot sebesar Rp 32 ribu per kilonya. Padahal, kata dia, sebelumnya harga jual masih sebesar Rp 40 ribu.

"Harga turun drastis, karena kualitas cabai jelek. Banyak yang terserang gemini menjadikan jumlah produksi menurun," paparnya.

Sebanyak lima kelompok tani di wilayah Ngantang mendapat bantuan tanam cabai berupa benih, pupuk sampai peralatan tanam, tahun 2017. Tahun ini, rencananya lima kelompok tersebar di tiga desa yakni Ngantru, Pandansari, dan Sidodadi digelontor bantuan yang sama.

"Tahun kemarin yang dapat bantuan lima kelompok. Luasannya kalau tidak kalau 50 hektare. Tahun ini, juga lima kelompok mendapatkan bantuan yang sama," tuturnya.

Pemkab Malang kembali mendapatkan alokasi bantuan tanam cabai rawit seluas 150 hektare. Rencananya, ada 27 kelompok tani yang memperoleh bantuan tersebut. Namun hingga kini, belum dibeberkan secara detil kelompok tani mana saja penerima bantuan dari Kementerian Pertanian ini.

Pengadaan fasilitas bantuan sarana produksi cabai rawit dimenangkan oleh PT Aeron Anugerah Jaya yang beralamat di Pakis, Kabupaten Malang, dengan nilai tawar Rp 3,2 miliar. Sedangkan untuk pengadaan fasiliras bantuan sarana produksi cabai besar senilai Rp 1,1 miliar dimenangkan oleh Berkah Bumi Lestari beralamat di Jalan Sidomakmur 79, Kabupaten Malang.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed