DetikNews
Senin 23 Juli 2018, 13:50 WIB

Ini yang Dilakukan Bupati Faida Saat Sambangi Keluarga Kapal Tenggelam

Yakub Mulyono - detikNews
Ini yang Dilakukan Bupati Faida Saat Sambangi Keluarga Kapal Tenggelam Foto: Yakub Mulyono
Jember - Bupati Jember dr Faida menemui keluarga kapal tenggelam ABK Joko Berek, di Plawangan Puger. Bupati menyerahkan akta kematian bagi korban meninggal ke pihak keluarga.

"Akta kematian itu sangat dibutuhkan untuk salah satu syarat mendapatkan santunan dari kementerian sosial," kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jember Isnaini Dwi Susanti, Senin (23/7/2018).

Jika nanti syarat-syarat terpenuhi, maka Dinsos akan mengusulkan ke pemerintah pusat untuk mendapat bantuan tersebut. Mengenai penyerahan santunan dari Kementerian Sosial itu, bisa diserahkan langsung ke keluarga korban atau transfer via rekening.

"Kalau syarat-syarat mencukupi, kementerian sosial akan mengirimkan bantuan itu. Kalau dari pusat tidak ada yang datang, pasti melalui rekening ahli waris. Tapi kalau hadir, pasti langsung diserahkan," terang Kadinsos Jember yang karib disapa Santi ini.

Mengenai besaran santunan dari Kementerian Sosial tersebut, menurut Santi, untuk korban meninggal nantinya akan mendapat Rp 15 juta. Sedangkan untuk korban luka Rp 5 juta.

Selain menyerahkan akta kematian, Bupati Faida juga menyerahkan bantuan sembako dan sejumlah uang. Bantuan ini diserahkan ke semua anggota keluarga korban, baik korban meninggal maupun yang selamat. Untuk sembako, berupa beras 5 kg dan mie instan satu dus.

"Untuk sembako diambilkan dari Dinsos, untuk yang finansial jumlahnya berapa, ibu bupati yang tahu, mungkin (bagian) umum yang tahu," sambung Santi.

Dia juga mengaku mendapat perintah dari Bupati Faida untuk terus memantau keluarga dari ABK yang meninggal, terutama anak korban. Hal ini berkaitan pendidikan dan kebutuhan hidup sehari-hari anak korban tersebut.

"Kemarin itu kita asesmen, putranya berapa. Ternyata ada juga yang ibunya sudah meninggal, jadi sudah yatim piatu. Sehingga ibu bupati perintahkan kepada kami untuk dibantu warung di dekat rumah mereka untuk makannya," tandas Santi.

Kapal Joko Berek tenggelam setelah dihantam ombak saata memasuki Plawangan Pancer, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Kamis (19/7) pagi. Akibat peristiwa itu, 8 ABK tewas dan satu masih dalam pencarian. Sedangkan 12 ABK dan nakhoda kapal berhasil selamat.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed