DetikNews
Sabtu 21 Juli 2018, 18:44 WIB

Normalisasi Sungai di Pasuruan, Kementerian PUPR Gelontor Rp 200 M

Muhajir Arifin - detikNews
Normalisasi Sungai di Pasuruan, Kementerian PUPR Gelontor Rp 200 M Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan - Kementerian PUPR menggelontorkan Rp 200 miliar untuk menormalisasi Sungai Kedunglarangan, Pasuruan. Normalisasi dilakukan untuk mencegah banjir di wilayah Kecamatan Bangil, yang selalu terjadi setiap musim hujan.

"Yang dinormalisasi Sungai Kedunglarangan di wilayah Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Bangil, sepanjang 2,6 Km. Normalisasi ditargetkan rampung tahun 2019," kata Chafidon, Kasi Pengendalian dan Konservasi Dinas Pengairan dan Pertambangan Kabupaten Pasuruan kepada detikcom, Sabtu (21/7/2018).

Menurut Chafidon, normalisasi dilakukan dengan cara pelebaran sungai sepanjang 70 meter. Setelah pelebaran selesai akan dilanjutkan dengan pengerukan untuk memperdalam sungai.

"Sudah dilakukan striping dan melebarkan sungainya dengan lebar 70 meter. Setelah itu nanti akan dikeruk untuk pendalaman sepanjang 5 meter dari dasar sungai saat ini," terangnya.


Chafidon mengungkapkan normalisasi dilakukan sepenuhnya oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR. Proyek multiyears yang dimulai 2017-2019 ini menelan anggaran Rp200 miliar.

"Pada 2017 dilakukan sosialisasi pada warga terutama yang memanfaatkan lahan oloran untuk tambak udang dan bandeng. Setelah sosialisasi selesai, pada Januari 2018 dimulai normalisasi. Proses normalisasi ditargetkan selesai pada 2019," terangnya.

Meski merupakan proyek nasional, Pemkab Pasuruan bertanggungjawab memastikan kesiapan lahan. Sosialisasi dilakukan agar warga merelakan lahan oloran untuk pelebaran sungai.

"Ada tanah oloran sebelah kiri sungai sekitar 4 hektar dan sebelah kanan sekitar 0.5 hektar. Warga menyadari kalau tidak normalisasi, wilayah mereka akan terus banjir saat musim hujan sehingga mereka merelakan tanah untuk pelebaran sungai," terang Chafidon.

Selama bertahun-tahun banjir selalu melanda Kecamatan Bangil saat musim hujan. Banjir disebabkan luapan Sungai Kedunglarangan yang tak mampu menampung volume air karena mengalami pendangkalan dan penyempitan. "Jika normalisasi rampung, masalah banjir Bangil bisa teratasi," pungkasnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed