DetikNews
Kamis 19 Juli 2018, 21:47 WIB

Ini Janji Pihak Sekolah untuk Siswi Lumpuh Akibat Dihukum Squat Jump

Enggran Eko Budianto - detikNews
Ini Janji Pihak Sekolah untuk Siswi Lumpuh Akibat Dihukum Squat Jump Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Mas Hanum Dwi Aprilia lumpuh setelah dihukum 90 kali squat jump oleh teman-temannya sesama anggota ekstra kurikuler (ekskul) di SMAN 1 Gondang, Mojokerto. Kendati begitu, pihak sekolah berjanji akan membantu biaya pengobatan Hanum sampai sembuh.

Hal itu dikatakan Kepala SMAN 1 Gondang Nurul Wakhidah. Menurut dia, kegiatan pelatihan untuk promosi Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) ke siswa baru pada Jumat (13/7) pagi, digelar tanpa izin sekolah. Sehingga tak seorang pun guru yang melakukan pengawasan.

Kendati begitu, kegiatan tersebut dilakukan di dalam lingkungan sekolah. Sehingga pihak sekolah masih mempunyai tanggung jawab terhadap insiden yang menimpa siswi kelas XI itu.

"Pagi tadi kami besuk Hanum, kami ikut prihatin. Kami sampaikan ke orang tuanya kami akan membantu perawatan Hanum sampai sembuh. Insyaallah demikian (akan menanggung penuh biaya pengobatan)," kata Nurul kepada wartawan di kantornya, Kamis (19/7/2018).

Saat membesuk Hanum, Nurul mengaku baru menyerahkan bantuan Rp 1 juta. Uang itu dia serahkan ke orang tua Hanum di tempat pengobatan saraf alternatif Sangkal Putung, Desa Pandanarum, Pacet, Mojokerto. Di tempat itu korban hingga kini menjalani pengobatan.

"Tadi saya sampaikan ke salah satu guru supaya disampaikan ke orang tuanya, sebaiknya dibawa ke medis, tak hanya di alternatif, bisa dipadukan antara alternatif dan medis supaya cepat sembuh," ujarnya.

Selain membantu biaya pengobatan Hanum, kata Nurul, pihaknya juga akan membina para siswa agar insiden serupa tak terulang. Dia mengaku penerapan hukuman fisik selama ini sudah dilarang di sekolahnya.

"Kami akan briefing lagi anak-anak supaya jangan sampai terulang. Kami bersama Pembina OSIS, Wakasek Kesiswaan dan Pembina UKKI untuk membina anak-anak," terangnya.

Hanum mulai mengeluh sakit di kaki dan punggung usai dihukum squat jump sebanyak 90 kali pada Jumat (13/7) pagi. Saat itu korban terlambat datang di kegiatan ekskul Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) di SMAN 1 Gondang, Mojokerto.

Pelajar yang juga nyantri di PP Al Ghoits, Desa/Kecamatan Gondang ini baru benar-benar lumpuh pada Rabu (18/7) pagi. Pengasuh pondok pun membawanya ke pengobatan saraf alternatif. Diperkirakan saraf tulang belakang korban terjepit.
(bdh/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed