Dinas LH Monitoring Lingkungan di Tambang Emas Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 19 Jul 2018 20:56 WIB
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi melakukan monitoring lingkungan perusahaan tambang emas PT Bumi Suksesindo (PT BSI) di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.

Monitoring dilakukan untuk mengetahui ambang batas pencemaran di tambang terbesar kedua di Indonesia ini. Hasilnya, DLH Banyuwangi menilai perusahaan tambang ini merupakan tambang terbaik di Indonesia.

"Tambang emas ini sangat disiplin dalam montoring lingkungan. Meski punya SDM yang mumpuni, pada pelaksanaan masih menggandeng konsultan independen kompeten. Untuk keterbukaan, dalam monitoring PT BSI sering melibatkan masyarakat sekitar," kata Budi Wahono, Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan dan Pengendalian Dinas Lingkungan Hidup (DLH), kepada detikcom, Kamis (19/7/2018).

Menurutnya, monitoring lingkungan adalah kewajiban perusahaan sesuai dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Disini PT BSI diwajibkan membuat laporan per semester oleh DLH Banyuwangi.

"Kita minta laporan tiap 6 bulan sekali, tapi PT BSI laporan 3 bulan sekali malahan," ungkapnya.

Sementara itu, Environmental PT BSI, Iwa Mulyawan menjelaskan, sesuai dokumen Amdal ada 9 item monitoring untuk memastikan lingkungan disekitar tambang emas aman dan sehat. Diantaranya monitoring air sungai dan laut, atau monitoring Aquatic Biota Fresh, udara, tanah dan lainya.

"Untuk monitoring air, selain sungai didalam dan luar area perusahaan, air dan biota air laut juga menjadi perhatian," katanya.

Demi keakuratan hasil monitoring, lanjut Iwa, pihaknya menggandeng Konsultan Independen, Lorax Indonesia.

Tim konsultan yang konsen terhadap lingkungan tersebut memang telah melakukan penelitian kualitas air laut, terumbu karang dan biota laut disekitar Pulau Merah sejak 2009 lalu. Atau sejak belum berdirinya PT BSI.

Penelitian kembali dilakukan pada tahun 2013 hingga sekarang. "Hasil penelitian kami lalu oleh perusahaan dikirim ke laboratorium terakreditasi," imbuh Senior Environmental Lorax Indonesia, Agustinus Sembiring.

Laboratorium tempat penelitian akhir tersebut adalah Laboratorium Intertek Utama Servis, Jakarta. Selanjutnya, hasilnya dilporkan ke DLH Banyuwangi.

Monitoring yang juga menjadi prioritas adalah monitoring emisi gas. Diambil dari pabrik An absorption, Desorption and Refining (ADR) Plant.

Disini, sampling gas dimasukan dalam tabung berisi air lalu dicampur oxidant dan disemprotkan. Dari situ diketahui tingkat emisi gas. (bdh/bdh)