DetikNews
Kamis 19 Juli 2018, 18:53 WIB

Dugaan Korupsi Anggaran Sampah

Dua Pejabat Dinas LH Kabupaten Madiun Dijadikan Tersangka

Sugeng Harianto - detikNews
Dua Pejabat Dinas LH Kabupaten Madiun Dijadikan Tersangka Foto: Sugeng Harianto
Madiun - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Madiun menetapkan dua tersangka dugaan korupsi anggaran sampah tahun 2017 senilai lebih Rp 800 juta. Kedua tersangka merupakan pejabat penting Dinas Lingkungan Hidup (LH).

"Kita sudah tetapkan dua tersangka dari 20-an saksi yang sudah diperiksa. Keduanya semua pejabat di dinas Lingkungan Hidup," terang Kajari Kabupaten Madiun Sugeng Sumarno kepada wartawan di kantornya, Kamis (19/7/2018).

Kepada wartawan Kajari hanya menyebutkan inisial kedua tersangka yang tak lain BB dan PS. Penetapan tersangka kepada keduanya, kata Sugeng, setelah menaikkan status penanganan dari penyelidikan menjadi penyidikan.

"Kasus dugaan korupsi di Dinas LH Kabupaten Madiun statusnya sudah naik. Untuk tersangka inisial saja ya BB dan PS," katanya.

Sugeng mengatakan setelah memeriksa 20 saksi dari semula status penyelidikan, saat ini sudah masuk tahap penyidikan.


Sementara Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Bayu Novrian mendampingi Kajari Madiun menuturkan bahwa penetapan tersangka karena ada temuan pelaksanaan proyek pipa konstruksi pengolahan limbah sampah di Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan.

"Tersangka yang ini BB dan PS terkait pipa konstruksi sampah kaliabu. Cukup inisial saja ya. Untuk pelaksanaannya tidak sesuai ketentuan yg berlaku," jelas Bayu.

Sementara data yang dihimpun detikcom kedua tersangka yang berinisial BB dan PS, terdapat dua pejabat Dinas Lingkungan Hidup yang pernah diperiksa. Kedua pejabat tersebut yakni Kepala Dinas LH Bambang Brasianto juga Kabid Persampahan dan Limbah Domestik Priono Susilo Hadi.

Saat ditanya kapan kedua tersangka akan ditahan, Bayu mengatakan dalam waktu dekat akan disampaikan ke media. "Nanti kita kabarilah, pasti," pungkasnya.

Pejabat dan staf Dinas LH Madiun diperiksa terkait dugaan penyelewengan dana sampah lebih Rp 800 juta. Dana tersebut dicairkan sebanyak 4 kali. Namun dalam prakteknya meski 4 kali pencairan, namun hanya satu PT dalam pengerjaan dan tidak melalui lelang.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed