Uang Ratusan Juta Wartawan Ini Melayang Sia-sia, Berikut Strateginya

Erliana Riady - detikNews
Kamis, 19 Jul 2018 17:40 WIB
Foto: Erliana Riady
Blitar - Wartawan Blitar, Fajar Agustiono untuk ketiga kalinya mendaftarkan diri sebagai bacaleg. Namun kali ini, dia mengubah strategi kampanye yang dinilainya lebih efektif dan efisien.

Fajar mengaku tidak punya modal finansial yang besar. Karena telah habis untuk dua kali pencalonannya di tahun-tahun pemilihan sebelumnya. Strategi yang salah diakui, menguras uangnya ratusan juta. Bahkan dia harus kehilangan rumahnya untuk membiayai kampanye yang salah itu.

"Pendekatan yang intens. Menjalin komunikasi yang harmonis itu saya rasa lebih efektif. Daripada kita menggaet simpati dengan mengeluarkan dana besar. Tebar janji dan tebar uang itu sudah tidak zaman. Masyarakat sudah cerdas. Mana yang niat beneran jadi wakil rakyat," ujar mantan aktivis era reformasi ini, Kamis (19/7/2018).

Semakin ambisius seorang caleg, menurut Fajar, semakin tinggi biaya kampanye yang akan dikeluarkan. Apalagi jika menyerahkan sepenuhnya upaya mendulang suara dari tim sukses.

"Bisa dibilang saya dulu ditipu sama tim sukses saya. Bilang pakai cara ini itu dengan biaya sekian ratus juta. Salahnya, saya tidak ikut mendekati masyarakat di dapil saya," ujar mantan mahasiswa ATPU (Akademi Teknik Pekerjaan Umum) Bandung, Fakultas Teknik Sipil, Jurusan Geodesi.


Dari kesalahan strategi kampanye itu, Fajar menyimpulkan masyarakat makin cerdas. Jika mendapat uang dari manapun akan diterima. Namun tidak bisa dipastikan, mereka akan memilihnya.

Perjalanan politik Fajar sudah dimulai sejak zaman kuliah. Dia aktivis di era reformasi. Sempat menjadi simpatisan PDI dan mendirikan Partai Demokrat di Kota Blitar. Namun karena berbeda misi dan visi, akhirnya Fajar mendaftar sebagai bacaleg melalui Partai Patriot pada 2004 lalu. Namun gagal.

Idealismenya untuk berjuang, lalu membawanya bergabung dengan Partai Gerindra. Di tahun 2008, Fajar kembali mendaftarkan diri sebagai bacaleg. Gagal lagi.

Dan tahun 2018 ini, lelaki yang juga kontraktor ini menguatkan hati, meluruskan niat dengan kembali mendaftar sebagai bacaleg. Tetap lewat Partai Gerindra, Fajar maju di Dapil 2, dengan nomor urut 2 dari partai no 2, Gerindra.

"Jujur, modal saya hanya Rp 50 sampai 100 juta. Tidak ada mahar hanya biaya administrasi Rp 200 ribu. Tapi saya tetap ingin berjuang dengan cara saya sendiri," pungkasnya. (fat/fat)