DetikNews
Kamis 19 Juli 2018, 16:35 WIB

Harga Telur dan Daging Ayam Naik, Ini yang Dilakukan Polisi

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Harga Telur dan Daging Ayam Naik, Ini yang Dilakukan Polisi Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Rama S Putra (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya - Naiknya harga pakan berimbas kepada naiknya harga telur dan daging ayam di pasaran. Peternak masih mengimpor pakan dari Thailand. Sementara nilai tukar dolar ke rupiah mencapai Rp 14.421.

Mengatasi hal ini, Polda Jatim memiliki satgas pangan yang bertugas untuk melakukan koordinasi dan mengembalikan harga menjadi stabil.

"Untuk menindaklanjuti kenaikan harga telur maupun daging ayam, kita satgas pangan sehari-harinya berkoordinasi dengan pihak terkait, terutama dengan Dinas Perdagangan maupun Dinas Pertanian," ujar Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Rama S Putra di Polda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Kamis (19/7/2018).

Tak hanya itu, menanggapi kenaikan harga ini Rama mengatakan pihaknya juga melakukan pengecekan karena rawan terjadi penimbunan. Jika ada, Rama mengatakan tak segan-segan untuk menindak.


"Kalau untuk penimbunan ini masih coba kami dalami. Karena telur ini tidak membutuhkan waktu yang lama untuk rusak. Jadi untuk penimbunan akan kita cek apakah ada pelaku-pelaku yang berbuat culas itu pasti akan tindak. Kalau ditemukan penyimpangan itu dilakukan penindakan hukum secara tegas," ungkapnya.

Sementara, dirinya mengaku jika telah ada instruksi dari Kasatgaspangan Polri untuk melalukan penyelidikan intensif. Hal ini guna melihat apakah ada pihak-pihak yang sengaja bermain kotor.

"Ini yang akan kita lakukan, kemarin ada instruksi dari kasatgaspangan pusat untuk menindaklanjuti kenaikan harga ini untuk dilakukan penyelidikan secara intensif, untuk dilakukan pengecekan rantai-rantai distribusi," tambah Rama.

Rama mengatakan pihaknya juga sudah bekerja sama dengan beberapa pihak terkait untuk mencari data dari peternak ayam. Hal ini untuk mengetahui berapa harga terendah dan tertinggi agar tak dimainkan oleh penjual.


"Kami sudah pasti kerja sama dengan pihak terkait untuk mencari data2 produksi telur maupun daging itu. Untuk kemudian data ini sebagai data awal kita melihat juga untuk mencari dan mengetahui harga terendah maupun tertingginya," lanjutnya.

Untuk wilayahnya, Rama akan mencari tahu di Blitar. Karena Blitar dikenal sebagai wilayah yang terkenal pemasok ayam dan telur di Jatim.

"Kalau Jatim ini kan terkenal di daerah Blitar. Ya Blitar yang kita datangi untuk selanjutnya distribusinya sampai pedagang yang menjual harga tinggi ini di mana. Yang mencari keuntungan besar siapa," pungkasnya.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed