Diduga karena Elpiji, Kafe di Ruko Stadion Kediri Ludes Dilalap Api

Andhika Dwi - detikNews
Kamis, 19 Jul 2018 09:14 WIB
Sebuah kafe di kawasan kompleks Ruko Stadion Brawijaya Kediri terbakar. (Foto: Istimewa)
Kediri - Kafe OTW, sebuah kafe yang berada di kawasan kompleks Ruko Stadion Brawijaya Kota Kediri ludes dilalap api pagi tadi.

Berdasarkan pantauan detikcom di lapangan, kebakaran diperkirakan terjadi pada hari Kamis (19/7/2018) pukul 04.30 WIB.

Saat itu, Robima (19) salah seorang pegawai kafe yang menginap di lantai 2 kafe hendak mengambil air minum di area dapur yang berada di lantai 1. Namun begitu sampai di dapur, asap putih sudah mengepul dan memenuhi seluruh ruangan kafe.


"Saya haus, lalu mau ambil minum di lantai 1 dapur. Saat dalam perjalanan asap sudah memenuhi area dapur dan ruang kafe. Saya berteriak minta tolong kepada 7 orang teman saya yang ada untuk ikut menyiram dan berusaha memadamkan asal asap, tapi api terlanjur membesar," ungkap Robima saat dimintai keterangan polisi.

Kondisi kafe pascapembasahan. Kondisi kafe pascapembasahan. (Foto: Andhika Dwi)

Khawatir dengan kondisi api yang sudah mulai berkobar dan membesar, sebagian teman Robima berlari meminta pertolongan kepada tetangga ruko dan melapor ke polisi serta PMK.

Sesaat kemudian, 2 mobil PMK dan Truk Water Canon milik Polres Kediri Kota dibantu warga sekitar berusaha memadamkan api yang berkobar. Namun api yang terlanjur berkobar lebih dulu menghanguskan 2 lantai Kafe OTW yang terletak di Jalan Ahmad Yani Kota Kediri tersebut.

Api akhirnya berhasil dipadamkan satu jam kemudian.


Menurut Kapolsek Kota Kediri, Kompol Sucipto, petugas Pemadam Kebakaran (PMK) harus memastikan api benar-benar padam mengingat TKP berada di kawasan ruko dan ramai pengunjung.

Mengenai penyebab kebakaran, pihaknya mengaku masih melakukan penyelidikan. Namun dari dugaan awal dan berdasarkan keterangan saksi, kebakaran berasal dari perlengkapan dapur.

"Dugaan awal akibat perlengkapan dapur, entah itu elpiji, kompor atau hal lainnya. Mohon waktu hasil penyelidikannya ya," jelas Sucipto.

Dari keterangan saksi serta pemilik ruko, kerugian akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp 300 juta. (lll/lll)