DetikNews
Selasa 17 Juli 2018, 14:40 WIB

Rumdin Walkot Blitar Kembali Digeledah KPK, Kunci Brankas Diamankan

Erliana Riady - detikNews
Rumdin Walkot Blitar Kembali Digeledah KPK, Kunci Brankas Diamankan KPK datangi rumah dinas wali kota Blitar/Foto: Erliana Riady
Blitar - KPK kembali mendatangai ke Kota Blitar. Tim anti rasuah itu kembali menggeledah rumah dinas (Rumdin) wali kota Blitar di Jalan Sudanco Supriyadi 18 Kota Blitar.

Keterangan dari anggota Satpol PP Pemkot Blitar, Rudi, satu mobil tim KPK memasuki rumah dinas sekitar pukul 11.30 WIB.

"Iya, setengah jam lalu. Hanya satu mobil yang warna hitam itu," kata petugas yang name tag di dadanya bertuliskan Rudi.

Menurut Rudi, ada enam anggota KPK langsung memasuki rumah dinas didominasi warna merah itu. Dari pantauan detikcom, di depan pintu sebelah kiri tampak berdiri tiga ASN memakai baju batik kopri. Sementara, empat anggota polisi lengkap dengan senjata laras panjang berjaga di halaman depan rumdin.

Saat mobil KPK masuk, pintu gerbang rumah dinas langsung ditutup. Kapolres Blitar AKBP Adewira Siregar belum bisa dikonfirmasi terkait hal ini. Namun petugas Satpol PP yang berjaga mengaku saat mobil masuk, mereka bilang dari KPK.

Rumah Dinas Wali Kota Blitar digeledah KPK/Rumah Dinas Wali Kota Blitar digeledah KPK/ Foto: Erliana Riady


"Pas masuk, anggota polisi yang ngawal bilang ini tim dari KPK," jelasnya.

Sementara Kasi Trantibum Satpol PP Pemkot Blitar Adam Bachtiar mengaku diminta tim anti rasuah mendampingi untuk melihat saat penggeledahan terjadi.

"Iya sama bersama kabag umum dan sekpri diminta mendampingi untuk menyaksikan penggeledahan," kata Adam kepada wartawan, Selasa (17/7/2018).

Menurut Adam, KPK hanya melakukan penggeledahan di satu ruangan. Yakni kamar tidur Wali Kota Samanhudi.

"Hanya satu ruangan. Lainnya tidak. Hanya ruang pribadi Pak Samanhudi saja. Iya kamar tidurnya," imbuhnya.

Rumdin Wali Kota Blitar ditutup/Rumdin Wali Kota Blitar ditutup/ Foto: Erliana Riady

Usai penggeledahan, lanjut dia, KPK tidak membawa satupun kertas atau berkas dari dalam rumdin itu. Hanya satu barang yang dibawa KPK keluar dari rumdin itu.

"Hanya bawa satu kunci brankas dari kamar pribadi itu. Tidak terlihat membawa barang lain. Dokumen atau berkas lain tidak ada," imbuhnya.

Keterangan Adam, sejak tanggal 1 Juli 2018 Pemkot sudah mencabut semua fasilitas untuk Samanhudi dan keluarganya. Sehingga sejak saat itu pula, praktis rumdin dalam kondisi kosong tak berpenghuni.

"Kalau aset masih di sini. Seperti mobil, lha mau ditaruh dimana kalau tidak di sini," pungkasnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed