DetikNews
Selasa 17 Juli 2018, 14:35 WIB

27 Kelompok Tani di Malang Dapat Bantuan Tanam Cabai

M Aminudin - detikNews
27 Kelompok Tani di Malang Dapat Bantuan Tanam Cabai Petani cabai rawit di Ngantru, Kecamatan Ngantang. (Foto: M Aminudin)
Malang - Sebanyak 27 kelompok tani (poktan) di Kabupaten Malang memperoleh bantuan tanam cabai rawit dari Kementerian Pertanian (Kementan) tahun ini. Jumlah bantuan menyesuaikan luasan lahan cabai yang dimiliki poktan.

Kabupaten Malang sendiri mendapatkan alokasi bantuan tanam cabai rawit seluas 150 hektare.

Bantuan yang diberikan melalui Direktorat Hortikultura Kementerian Pertanian itu berupa dukungan anggaran. Pemkab Malang melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortilkultura, dan Perkebunan kemudian mewujudkan bantuan tersebut dengan pengadaan barang dan jasa.

"Cabai rawit alokasinya 150 hektare. Bantuan itu untuk 27 poktan (kelompok tani) yang tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Malang," terang Kepala Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malang, Heri Suntoro pada detikcom, Selasa (17/7/2018).


Heri membeberkan, 11 kecamatan tersebut meliputi Ngantang, Karangploso, Kasembon serta Pujon, dan Sumberpucung. Namun Ngantang menjadi daerah prioritas untuk mendukung produksi.

"Alokasinya lebih besar dibandingkan kecamatan lain. Satu poktan kami berikan minimal seluas 20 hektare bantuan tanam cabai. Sementara lainnya hanya 5 hektare untuk masing-masing poktan," beber Heri.


Ditambahkan Heri, salah satu bantuan yang diberikan adalah benih cabai lokal yakni Mhanu. Benih ini dipilih karena cukup mendulang jumlah produksi di wilayah Ngantang.

"Target kami dalam satu hektare bisa maksimal, yakni di atas 10 ton dengan usia tanam selama 25 hari. Rencana September nanti sudah mulai semai para petani," ujarnya.

Ngantang pun sengaja dijadikan daerah prioritas agar bisa tetap memberikan pasokan ketika harga cabai melambung tinggi. Saat ini harga cabai rawit di tingkat petani sendiri mencapai Rp 30 ribu per kg.

"Bila diperlukan OP (operasi pasar), Ngantang menjadi satu-satunya wilayah. Makanya kita menjadikan daerah tersebut sebagai penyanggah, karena tingkat produksi cukup baik," tegasnya.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed