DetikNews
Senin 16 Juli 2018, 17:18 WIB

Harga Telur Selangit, Banyak Konsumen di Blitar Beralih ke Telur Ini

Erliana Riady - detikNews
Harga Telur Selangit, Banyak Konsumen di Blitar Beralih ke Telur Ini Penampakan telur bentesan yang mulai banyak dilirik masyarakat Blitar. (Foto: Erliana Riady)
Blitar - Harga telur di pasaran hari ini dikabarkan mencapai Rp 26 ribu/kg. Kenaikan yang terjadi sejak pascalebaran ini memaksa konsumen mencari alternatif lain. Di Blitar sedang marak telur bentesan yang harganya relatif lebih murah.

Apa itu telur bentesan? Telur bentesan adalah telur yang cangkangnya sudah rusak namun isinya masih utuh. Masyarakat yang membeli telur bentesan rata-rata berasal dari kalangan pedagang makanan.

Namun untuk skala rumah tangga, konsumen masih tetap memilih membeli telur dengan kualitas cangkang utuh.

"Saya pakai bikin kue. Kalau harganya sudah di atas Rp 20 ribu per kg, nggak nyucuk (tidak dapat untung, red) mbak. Disini kan dapat telurnya tiap hari, jadi gak lama kok kondisinya terbuka cangkangnya. Masih sehatlah," kata Meidina, pembuat kue asal Tlogo dalam perbincangan, Senin (16/7/2018).


Dari pantauan detikcom, harga telur bentesan yang dijual di Pasar Templek Kota Blitar variatif. Ada yang dijual Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu per kg. Besaran harga perkilonya sendiri menyesuaikan tingkat kerusakan cangkang telurnya.

"Sejak harga di atas Rp 20 ribu per kg, telur utuh penjualannya menurun sampai 60% tiap hari. Banyak yang beralih ke bentesan. Tinggal pilih mau yang mana," ujar pedagang telur Pasar Templek Kota Blitar, Heri saat ditemui di standnya.

Harga Telur Selangit, Banyak Konsumen di Blitar Beralih ke Telur IniFoto: Erliana Riady

Penurunan ini terlihat dari perbandingan jumlah telur yang terjual perharinya. Menurut Heri, jika dulu ketika harga telur masih di bawah Rp 20 ribu per kg, ia bisa menjual telur sampai 50 kg perhari, maka ia hanya bisa menjual telur tak lebih dari 10 kg saja perhari.

"Sekarang harga Rp 26 ribu per kg, kadang sampai jam 3 sore hanya terjual 10 kg saja," akunya.

Namun lain halnya dengan telur bentesan yang terus mengalami kenaikan jumlah penjualan. Tak hanya telur bentesan, telur pecah yang isinya dimasukkan ke dalam plastik juga menjadi primadona baru bagi pedagang makanan dan pembuat kue.


Satu plastik berisi 10 kunir telur dijual seharga Rp 8.000. Harga telur dalam plastik ini perlahan tapi pasti mengalami kenaikan, seiring semakin banyaknya permintaan.

"Dulu sebelum telur utuh masih di bawah Rp 20 ribu per kg, saya jualnya hanya Rp 5.000 satu plastik. Sekarang saya naikkan. Tapi ya masih tetep banyak kok yang beli," ujar pedagang telur dalam plastik, Linda.

Selain telur bentesan, telur putih juga menjadi alternatif pedagang yang membutuhkan menu masakan berbahan telur. Telur putih kualitasnya kurang diminati karena lebih banyak kandungan airnya daripada kuning telurnya sehingga kurang gurih jika diolah menjadi masakan. Harga telur putih ini hanya Rp 18 ribu per kg.

Yang jadi pertanyaan sekarang adalah apakah telur yang cangkangnya rusak dan berlubang atau telur yang diwadahi plastik aman bagi kesehatan jika dikonsumsi walaupun sudah dimasak?
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed