Driver Online di Surabaya Demo, Tuntut Pergub Legalitas Ojek

Deni Prastyo Utomo - detikNews
Jumat, 13 Jul 2018 15:35 WIB
Foto: Deni Prastyo Utomo
Foto: Deni Prastyo Utomo
Surabaya - Ratusan pengemudi online baik roda dua dan empat mengelar aksi di depan Gedung Negara Grahadi. Mereka menuntut peraturan gubernur (Pergub) untuk legalitas pengemudi online roda dua.

Sejak siang, ratusan pengemudi online yang tergabung dalam Jatim Online Bersatu terus menyerukan aksi mereka. Dengan membawa pengeras suara dan beberapa poster yang bertuliskan 'Naikkan Tarif Dasar/KM'.

"Kami melakukan aksi ini menuntut perhub untuk pengemudi online roda dua. Yang saat ini tinggal proses legalitas yang selama setengah tahun disahkan," kata Humas Jatim Online Bersatu David Walalangi di depan Gedung Negara Grahadi Jalan Pemuda, Jumat(13/7/2018).

Menurut David, tidak segera disahkannya pergub itu berdampak terhadap perselisihan antara driver online dan konvensional.

"Dampaknya akan terasa yang mengakibatkan terjadinya selisih paham dengan ojek konvensional. Terutama di zona merah seperti pelabuhan, terminal, stasiun dan bandara," ungkap Daniel.

Mereka juga menyerukhkan kepada Gubernur Jatim Soekarwo agar pergub untuk legalitas driver online roda dua segera disahkan.


Foto: Deni Prastyo Utomo

"Kami tadi sempat melakukan audiensi dengan Dishub Jatim, Kapolrestabes Surabaya, dan juga perwakilan aplikator ojek online. Namun kami walk out sebab kami ingin mendapatkan jawaban langsung dari Gubernur Jatim Pakde Karwo," ungkapnya.

Selain itu, mereka juga melakukan beberapa tuntutan yang selama ini menjadi titik persoalan para driver online.

"Kami juga menuntut kenaikan tarif dasar untuk ojek online. Selain itu kami juga menuntut suspend sepihak yang dilakukan oleh aplikator," ungkap David.

Karena tak bisa bertemu Pakde Karwo, mereka terus melakukan aksi di depan Gedung Negara Grahadi. Mereka berencana akan tetap melakukan aksi hingga mendapatkan jawaban dari Gubernur Jatim.

"Kami akan tunggu terus hingga ketemu pakde Karwo. Sebenarnya tadikan bisa meski melalui video call," kata David. (iwd/iwd)