DetikNews
Kamis 12 Juli 2018, 16:15 WIB

Tak Mampu Mandiri, Ratusan Koperasi di Trenggalek Terancam Dibubarkan

Adhar Muttaqin - detikNews
Tak Mampu Mandiri, Ratusan Koperasi di Trenggalek Terancam Dibubarkan Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Ratusan unit koperasi di Trenggalek terancam dibubarkan, karena tidak lagi beroperasi dan kehilangan anggota. Sebagian koperasi tersebut adalah bentukan dari program pemerintah.

Sekretaris Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskomindag) Trenggalek, Sahar Musyafak, mengatakan dari total 700 lebih koperasi di wilayahnya, ada 212 lembaga kondisinya kolaps dan tidak mungkin diselamatkan.

"Sebagian koperasi ini dibentuk oleh pemerintah sekitar 20 atau 10 tahun yang lalu melalui berbagai program. Tapi setelah program dihentikan, koperasi itu tidak mampu berkembang dan banyak yang mati. Secara nasional pun juga demikian," kata Sahar Musyafak saat peringatan Heri Koperasi di Alun-Alun Trenggalek, Kamis (12/7/2018).

Tumbangnya ratusan koperasi tersebut juga dipengaruhi oleh berbagai persoalan termasuk terhentinya aktivitas utama lembaga gabungan tersebut. Sahar mencontohkan, Koperasi Unit Desa (KUD) merupakan satu lembaga koperasi yang mulai berjatuhan.

"KUD itu dulu cukup eksis karena banyak program dari pemerintah, mulai dari kredit pupuk, kredit pangan dan lain-lain. Tapi setelah reformasi dan itu dilepas dengan harapan bisa mandiri, ternyata mereka tidak bisa mempertahankan diri," jelasnya.

Mantan camat ini menambahkan, terkait keberadaan 212 koperasi yang kondisinya terpuruk tersebut tidak mungkin lagi untuk dibangkitkan, saat ini pihaknya telah mengsulkan agar lembaga yang tidak aktif itu dibubarkan.

"Sehingga kami akan fokus untuk menyelamatkan dan mengembangkan 400 lebih koperasi yang kondisinya sehat," ujarnya.

Lebih lanjut Sahar menambahkan, instansinya jouga meminta para pemilih dan anggota koperasi untuk bersemangat dalam menjalankan unit usahanya dan rutin menggelar rapat aggota tahunan (RAT), sehingga keberadaan usaha bersama bisa terus berjalan dan eksis.

"Di sisi lain memang kami mengakui ada yang kurang maksimal, pembina koperasi sudah banyak yang purna tugas, kemudian penyuluh koperasi lapang Trenggalek juga hanya delapan orang. Tapi kami akan berusaha untuk terus meningkatkan lembaha koperasi agar mampu menggairahkan perekonomian," jelas Sekdin Komindag ini.

Sementara itu Wakil Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin mengaku optimis lembaga perkoperasien di Trenggalek akan megalami pertumbuhan yang lebih baik, terlebih saat ini telah dikeluarkan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur lembaga koperasi.

"Kami membuat perda yang bisa mensuport keberadaan koperasi, salah satunya seluruh waralaba modern yang ada di Trenggalek harus berada di bawah koperasi, nah inilah yang seharusnya dimanfaatkan warga untuk berkoperasi," kata Arifin.

Menurutnya, kebijakan itu saat ini telah masuk dalam tahap sosialiasi, sehingga diharapkan dalam kurun waktu beberapa tahun kedepan, seluruh waralaba modern telah terafiliasi dengan koperasi.

"Nanti kalau sudah diterapkan, apabila tidak berada di bawah koperasi maka izinnya tidak kami perpanjang," jelas Wabup Trenggalek.

Pemerintah mengaku tidak akan tinggal diam untuk mengembangkan koperasi, pihaknya mengklaim akan memberikan pendampingan dalam proses audit, sehingga masing-masing lembaga mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

Arifin menambahkan, Trenggalek cukup potensial untuk pengembangan koperasi, hal ini terbukti dengan pestasi yang teah dicapai beberapa lembaga koperasi di tingkat regional dan nasional.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed