DetikNews
Kamis 12 Juli 2018, 16:30 WIB

Gendam Pengunjung Plaza Madiun, 2 WN Brunei Darussalam Dimassa

Sugeng Harianto - detikNews
Gendam Pengunjung Plaza Madiun, 2 WN Brunei Darussalam Dimassa Dua WNA dibekuk polisi karena diduga menjadi pelaku gendam di Madiun. (Foto: Sugeng Harianto)
Madiun - Dua orang Warga Negara Asing (WNA) yang diduga pelaku gendam dibekuk jajaran Polsek Manguharjo Kota Madiun. Kedua pelaku dibekuk setelah dikeroyok pengunjung Plaza Madiun, Jalan Pahlawan.

"Kemarin pengunjung pusat perbelanjaan Plaza Madiun menangkap kedua pelaku gendam, Rabu (11/7/2018). Beruntung ada anggota kami di lokasi, langsung kita amankan," jelas Kapolsek Kartoharjo, Kompol Eddy Siswanto kepada wartawan, Kamis (12/7/2018).

Bahkan karena melarikan diri saat dikeroyok dan terjun dari tembok pembatas, kedua kaki salah satu pelaku patah sehingga dihadirkan di depan wartawan dengan mengenakan kursi roda.

Menurut Eddy, kedua pelaku diketahui merupakan warga negara Brunei Darussalam namun sudah lama tinggal di Indonesia, meski bukan di Madiun.

"Ternyata keduanya sudah tinggal sebagai warga Banten, Jawa Barat berinisial TAM (38) dan AL (40)," lanjutnya.


Dari hasil penyidikan, Eddy mengungkapkan bahwa sebelum beraksi di Plaza Madiun, kedua pelaku juga melakukan aksi gendam di salah satu pusat perbelanjaan waralaba di Madiun.

Saat beraksi, keduanya menggunakan media batu merah delima dan rajah Istanbul untuk mempengaruhi korban.

"Saat melakukan aksinya yang pertama di Carrefour pada tanggal 23 Maret 2018, pelaku TAM mengaku sebagai warga Brunei Darussalam dengan menunjukkan kartu pas imigrasi negara tersebut kepada korban berinisial TW," ujarnya.

Pelaku kemudian pura-pura bertanya dimana tempat menjual barang antik sambil mengeluarkan rajah Istanbul dan batu merah delima. Saat itu korban mengaku tidak tahu, tetapi tiba-tiba keduanya dihampiri pelaku AL dengan gelagat seolah tidak mengenal pelaku TAM.

"Pelaku AL mengaku sebagai orang Madiun dan mengetahui barang antik tersebut. Dalam perbincangan itu, pelaku TAM menyampaikan jika korban terkena guna-guna dan dirinya bisa menyembuhkan dengan perantara bati merah delima dan telur ayam kampung," tandas Edy.

Diduga Gendam Pengunjung Plaza Madiun, 2 WNA Dibekuk PolisiPolisi memperlihatkan dua benda yang dijadikan media untuk gendam. (Foto: Sugeng Harianto)


Setelah korban mulai terpedaya, kedua pelaku mengajak ke area Foodcourt Sun City yang berada tak jauh dari Carrefour. Pelaku lantas berpura-pura melakukan ritual penyembuhan dengan syarat seluruh perhiasan yang dikenakan korban harus dilepas dan dibawa anak korban.

"Korban diminta untuk membeli 27 butir telur dan meninggalkan kedua pelaku dan anaknya. Anak korban yang membawa seluruh perhiasan itu kemudian diberi uang Rp 50.000 oleh pelaku untuk membeli air mineral. Sedangkan seluruh perhiasan dipasrahkan kepada kedua pelaku," lanjutnya.

Ketika bertemu di tengah jalan, korban berbincang dengan anaknya. Si korban mengaku diminta membeli telur, sedangkan anaknya diminta membeli air mineral. Korban pun curiga dan kembali ke foodcourt. Kedua pelaku beserta perhiasannya sudah tidak ada

Korban kemudian melapor ke Polsek Kartoharjo pada tanggal 24 Maret 2018.

Selanjutnya pada hari Rabu (11/7/2018) kemarin, korban dan anaknya berbelanja di Plaza Madiun dan melihat kedua pelaku. Korban yang masih ingat dengan wajah kedua pelaku langsung meneriakinya.


Pelaku sempat melarikan diri karena ketakutan tetapi kemudian berhasil ditangkap pengunjung lain, bahkan sempat menghajar mereka. Dari pengakuannya, pelaku merupakan bagian dari jaringan gendam yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Terkait kasus ini, Kasubag Humas Polres Madiun Kota AKP Ida Royani menuturkan pelaku sebenarnya berjumlah tiga orang. Namun pelaku ketiga berstatus buron.

Ida pun mengingatkan bahwa pelaku mengincar ibu-ibu yang mengenakan beragam perhiasan di pusat perbelanjaan.

"Mereka memang mengincar ibu-ibu jadi mohon untuk diwaspadai. Soalnya biasanya ibu-ibu yang membawa perhiasan dan uang tunai," pesannya.

Kedua pelaku saat ini ditahan di Polsek Kartoharjo untuk penyidikan lebih lanjut. Mereka akan dikenai Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed