DetikNews
Kamis 12 Juli 2018, 15:50 WIB

Overload, Setiap Hari 150 Truk Buang Sampah ke TPA Supiturang

Muhammad Aminudin - detikNews
Overload, Setiap Hari 150 Truk Buang Sampah ke TPA Supiturang Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Di tengah tragedi hilangnya seorang pemulung Agus Sujarno (45), warga Dampit, Kabupaten Malang. TPA Supiturang menghadapi masalah besar. Tempat pembuangan akhir dimiliki Pemkot Malang ternyata sudah overload.

"Kondisi TPA sebenarnya overload. Karena banyak volume sampah yang dibawa kesini, (Supiturang)," ungkap Kepala UPT TPA Supiturang, Turut Setiaji kepada detikcom, Kamis (12/7/2018).

TPA Supiturang berada di wilayah Mulyorejo, Sukun, Kota Malang, dengan luas area kurang lebih 32 hektare. Sementara volume berasal dari rumah tangga serta sampah lain terus berdatangan hingga gunungan sampah terjadi di sejumlah titik.


"Luasnya 32 hektare, tapi sebenarnya sudah tak bisa menampung lagi," jelas Turut.

Ia mengaku, setiap hari volume sampah terus mengalami peningkatan. Sementara area TPA Supiturang telah overload, ada rencana untuk membuka lahan baru.

"Tiap hari ada 150 truk mengangkut sampah. Sebenarnya sudah overload lokasi ini. Makanya kemarin ketika pak wali kota datang ke lokasi, dikatakan akan direncanakan membuka lahan baru," tegasnya.


Jika dihitung, kata dia, kurang lebih ribuan kubik sampah beragam jenis dibawa ke TPA Supiturang dalam satu hari.

Kondisi ini sedikit terbantu dengan pengolahan sampah terpadu di sejumlah titik pembuangan. Seperti yang ada kawasan Pasar Madypuro, Kedungkandang, serta sejumlah kecamatan lain.

"Kira-kira sampai 4.500 kubik lebih, sampah yang dibawa ke TPA Supiturang. Semuanya diangkut menggunakan truk dari seluruh wilayah di Kota Malang," beber Turut.


Untuk masalah pemulung, Turut mengaku, kehadiran mereka cukup membantu dalam memilah sampah, yang sudah dibuang di TPA.

Ke depan, lanjut dia, pihaknya akan mengumpulkan seluruh pemulung yang mencari sampah di TPA Supiturang. Tujuannya, agar mereka mematuhi tanda bahaya atau zona rawan selama mengais sampah. "Agar tidak terulang, akan kami kumpulkan semua pemulung di sini," ujar Turut.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed