DetikNews
Rabu 11 Juli 2018, 19:48 WIB

Tetes Air Mata Buaya Pon-pon Sebelum Dievakuasi BKSDA

Deni Prastyo Utomo - detikNews
Tetes Air Mata Buaya Pon-pon Sebelum Dievakuasi BKSDA Pon-pon saat dievakuasi (Foto: Istimewa)
Gresik - Andiyas telah menyerahkan buaya peliharaannya, Pon-pon, kepada BKSDA Jatim. Meski berat, tetapi ia harus melakukannya demi kebaikan bersama. Andiyas sangat sedih saat menyerahkan Pon-pon. Terlebih ia melihat Pon-pon menangis saat meninggalkan dirinya.

"Rasanya memang berat dan kasihan. Nanti di sana apakah benar-benar dirawat seperti saat saya pelihara, saya tak tahu," ungkap Andiyas kepada detikcom di rumahnya di Kelurahan Lumpur, Gresik, Rabu (11/7/2018).

Andiyas sadar bahwa Pon-pon yang sekarang bukanlah Pon-pon yang lima tahun dulu pernah ditangkapnya. Pon-pon yang dulu mungil dan suka makan ikan kecil kini telah menjelma menjadi buaya besar berbobot 100 kg dan panjangnya sudah 2,5 meter.

Karena bertambah dewasa, perilaku Pon-pon pun mulai berbeda. Pon-pon mulai nakal dan memberontak. Pon-pon pernah empat kali kabur dari kolam dan kandangnya. Bahkan Pon-pon pernah kabur jauh ke permukiman warga. Padahal permukiman di Kelurahan Lumpur adalah permukiman padat penduduk.

"Karena membahayakan warga sekitar, apalagi pernah lepas jauh. Akhirnya saya ikhlas untuk menyerahkan Pon-pon," kata Andiyas dengan raut muka sedih.


Pon-pon dievakuasiPon-pon dievakuasi (Foto: istimewa)

Hingga kini, Andiyas masih ingat betul bagaimana perpisahannya dengan Pon-pon saat hendak dievakuasi pihak BKSDA Jatim. Andiyas menyebut Pon-pon sempat meneteskan air mata sebelum diangkut ke mobil pikap.

"Kemarin saat hendak diangkut dan diikat, kelopak matanya keluar air. Saya kasihan. Seakan dia menangis. Bahkan pon-pon berontak-berontak terus," ujar Andiyas.

Pon-pon memang memberontak sebelum dievakuasi. Agar Pon-pon tak kesakitan karena terus memberontak dan segera dievakuasi, Andiyas akhirnya menenangkannya. Keempat kaki dan mulut Pon-pon pun akhirnya dapat diikat. Sambil mengelus kepala dan memijit lehernya, Andiyas menutup mata Pon-pon menggunakan kain hitam.

Pon-pon oleh warga dan petugas BKSDA lalu diangkut ke atas mobil yang telah menunggunya. Pon-pon dibawa ke penangkaran buaya di Kota Batu.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed