Bupati Emil Siapkan Strategi Atasi Pencemaran Sungai di Trenggalek

Adhar Muttaqin - detikNews
Rabu, 11 Jul 2018 18:25 WIB
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa
Trenggalek - Pencemaran sungai di pesisir selatan Trenggalek diduga limbah pengolahan atau pemindangan ikan jadi perhatian pemerintah. Pemkab Trenggalek siapkan strategi. Apa itu?

Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak mengaku telah meninjau langsung salah satu sungai yang mulai tercemar di Desa Margomulyo, Kecamatan Watulimo. Hasilnya, diketahui usaha pemindangan ikan yang dikelola warga tidak memiliki tempat pengolahan limbah.

Industri kecil itu rata-rata hanya memiliki septic tank yang digunakan untuk pembuangan limbah. Namun kapasitas yang dimiliki para pengusaha masih relatif kecil, sehingga saat produksi, tidak mampu menampung seluruh limbah yang ada. Mereka pun akhirnya membuang limpahan limbah ke sungai yang ada di sekitarnya.

Terkait persoalan itu, Emil berkoordinasi dengan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) untuk memproses penanganan dengan meningkatkan sarana dan prasarana di sekitar lokasi pemindangan.

"Segera mencari solusi apabila limbah pindang sudah penuh, apakah harus membuat bak penampungan atau seperti apa. Di sana itu ada sekitar sembilan lokasi pemindangan ikan," jelasnya.


Emil menambahkan, instansinya juga digerakkan untuk melakukan sosialisasi kepada seluruh pengusaha pemindangan ikan terkait pengelolaan limbah yang dihasilkan. Sehingga tidak dibuang sembarangan ke sungai.

Selain limbah pengolahan ikan, pihaknya juga menemukan sejumlah fakta lain yang ikut memperparah kondisi pencemaran sungai di wilayah Margomulyo dan sekitarnya. Salah satunya kebiasaan msyarakat yang membuang sampah rumah tangga ke sungai.

"Awalnya banyak sorotan limbah pindang, tapi sekarang tidak lagi berproduksi. Memang mereka sudah mempunyai septic tank, tapi kalau sedang produksi kapasitasnya tidak mencukupi," kata Emil Dardak, Selasa (11/7/2018).

Kebiasaan warga membuang sampah secara sembarangan di kawasan sungai dinilai cukup mengkhawatirkan dan harus segera dilakukan penyikapan. Dari hasil dialog dengan warga dan perwakilan lingkungan, munculnya kebiasaan itu diakibatkan lambannya pengangkutan sampah warga ke tempat pembuangan sampah (TPS).

"Kami sepakat segera mencari 53 keranjang sampah untuk segera dipenuhi dan ditempatkan di tempat strategis, sehingga mengeliminir pembuangan sampah ke sungai oleh warga di situ," jelas Emil.

Selain itu pihaknya juga telah menyiapkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di wilayah Bengkorok. Keberadaan TPA itu diharapkan lebih mempercepat pengangkutan sampah dari penampungan sampah sementara (TPS) yang selama ini masih terlalu lama.

Sejumlah warga dan aktivis lingkungan hidup yang tergabung dalam Jaringan Aksi Masyarakat untuk Budaya dan Ekologi (Jambe) mengeluhkan pencemaran salah satu sungai di pesisir selatan Trenggalek.

Sejumlah aliran sungai di Desa Margomulyo, Prigi dan Tasikmadu Kecamatan Watulimo yang awalnya jernih dan bersih, saat ini berubah warna menjadi kehitam-hitaman dan menimbulkan bau tidak sedap.

Mereka menduga pencemaran sungai terjadi akibat pembuangan limbah dari tempat pengolahan ikan laut (Pemindangan) yang ada di sekitarnya. Kondisi tersebut diperparah dengan banyaknya sampah yang menutup sebagian sungai. (fat/fat)