DetikNews
Selasa 10 Juli 2018, 18:06 WIB

Subdenpom Jember Terima Limpahan Berkas Penganiayaan Wartawan Online

Yakub Mulyono - detikNews
Subdenpom Jember Terima Limpahan Berkas Penganiayaan Wartawan Online Foto: Istimewa
Jember - Sub Detasemen Polisi Militer (Subdenpom) V/3-2 Jember menerima pelimpahan berkas dari Polres Jember terkait kasus penganiayaan terhadap wartawan media online Oryza A. Wirawan.

Satu anggota TNI diduga terlibat dalam penganiayaan tersebut. Sebelumnya muncul dugaan jika ada dua oknum TNI yang terlibat dalam kasus ini.

"Sudah, (berkas) sudah diterima kita," ujar Komandan Subdenpom V/3-2 Jember Lettu CPM Aminudin Rahmat saat dikonfirmasi detikcom via sambungan telepon, Selasa (10/7/2018).

Namun ia menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti pelimpahan berkas dari kepolisian. "Akan kita tindaklanjuti sesuai prosedur," tegas Aminudin.


Sesuai berkas yang diterima dari kepolisian, Aminudin menyatakan ada satu oknum TNI yang diduga terlibat dalam penganiayaan tersebut. Akan tetapi ketika ditanya mengenai identitas oknum tersebut, Aminudin meminta agar mengkonfirmasi langsung ke kantornya.

"Waduh sampean ke kantor sajalah. Jangan per telepon gini ya. Saya juga nggak jelas sama sampean," ujar Aminudin.

Sementara itu dalam kesempatan terpisah, Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo mengatakan, pelimpahan berkas ke Subdenpom dilakukan setelah pihaknya melakukan penyelidikan. Di antaranya, pemeriksaan korban dan sejumlah saksi serta hasil visum korban.

"Kami sudah melakukan rangkaian penyelidikan yakni pemeriksaan korban dan sejumlah saksi, serta melakukan visum terhadap korban hingga mendapatkan keterangan terkait latar belakang yang terlibat dalam kasus penganiayaan terhadap wartawan Oryza," terang Kusworo.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, ada oknum TNI yang diduga terlibat dalam kasus kekerasan terhadap Oryza saat melakukan peliputan pertandingan sepak bola liga III antara Persid Jember melawan Dharaka Samudra Indonesia (Dharaka Sindo) di Stadion Jember Sport Garden pada 4 Juli lalu.


"Hari ini secara resmi Polres Jember melimpahkan berkas perkara tersebut kepada Subdenpom TNI di wilayah Jember dan kami terus berkoordinasi dengan baik, sehingga penanganan kasus kekerasan yang dialami jurnalis bisa dilaksanakan secara profesional," tandasnya.

Kusworo menambahkan, Polres Jember tidak bisa menetapkan tersangka karena pihaknya hanya menelusuri kejadian tersebut berdasarkan keterangan saksi, korban, dan rangkaian acara saja sehingga penetapan tersangka menjadi kewenangan dari Subdenpom.

Untuk pelaku yang diduga berasal dari warga sipil, Kusworo juga menjelaskan pihaknya sudah melakukan penyelidikan terhadap sejumlah saksi, korban dan tayangan video, baik dari penonton maupun panitia pelaksana. Hasilnya, tidak ada warga sipil yang terlibat.

"Video itu kami tonton bersama korban dan sejumlah saksi secara berulang-ulang, bahkan diperbesar saat terjadi aksi penganiayaan. Di sana tidak terlihat ada warga sipil yang melakukan kekerasan terhadap korban," paparnya.

Penganiayaan terhadap Oryza terjadi saat Dharaka Sindo bertanding melawan Persid Jember di stadion Jember Sport Garden, Rabu (4/7) sore. Oryza dianiaya setelah mengambil gambar protes pemain Dharaka Sindo ke wasit. Akibatnya, Oryza mengalami lebam di sejumlah bagian tubuhnya dan sempat menjalani perawatan di RS Jember Klinik.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed