DetikNews
Selasa 10 Juli 2018, 11:59 WIB

Oh Begini Rasanya Belajar Tanam dan Olah Hasil Panen Cokelat

Enggran Eko Budianto - detikNews
Oh Begini Rasanya Belajar Tanam dan Olah Hasil Panen Cokelat Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Tak hanya mencicipi enaknya Cokelat Mojopahit, pengunjung juga bisa mencoba menanam dan memanen cokelat hingga mengolahnya menjadi aneka produk.

Wisata edukasi yang satu ini terletak di Desa Randugenengan, Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Hamparan perkebunan kakao berada persis di belakang kolam renang WD.

Di tempat ini, wisatawan bisa belajar langsung cara menanam kakao, mulai dari proses pembibitan, menanam pohon kakao, memanen hingga cara fermentasi biji kakao hasil panen.

Meski cuaca sedang panas, wisatawan tak perlu khawatir sebab rimbunnya pepohonan kakao bakal membuat proses belajar pengunjung menjadi nyaman.


Seperti yang dilakukan sejumlah pelajar SMK asal Mojokerto ini. Mereka nampak antusias mempelajari setiap tahapan menanam hingga memanen kakao, di bawah rindangnya pepohonan di kebun kakao.

"Paling seru di sini bisa praktik langsung budidaya kakao. Juga proses pengolahan cokelat sampai menjadi makanan yang sehat," kata Dewa (17), salah seorang pelajar pengunjung objek wisata ini kepada detikcom, Selasa (10/7/2018).

Setelah itu, para pengunjung juga digiring untuk melihat langsung proses pengolahan kakao pasca panen.

Pemandu wisata akan memaparkan secara detil proses sangrai biji kakao, penggilingan, pemisahan bubuk dari minyak cokelat hingga pengolahan menjadi cokelat batangan siap santap.

Oh Begini Rasanya Belajar Tanam dan Olah Hasil Panen CokelatFoto: Enggran Eko Budianto


Pemilik wisata edukasi Industri Hulu-Hilir Cokelat Mojopahit Mulyono (52) menjelaskan, objek wisata ini ia dirikan setelah berhasil memperluas gerakan menanam kakao yang dirintisnya sejak 6 tahun lalu, terutama di Mojokerto dan Jombang.

Di dua wilayah tersebut, Mulyono mengaku saat ini muncul ribuan petani kakao baru, tepatnya berjumlah 1.337 petani yang tergabung dalam 20 kelompok tani. Luasan lahan garapan mereka saat ini mencapai 450 hektare dan setiap bulannya mereka menghasilkan sekitar 30 ton biji cokelat.

"Kami ingin memberikan pembelajaran kepada masyarakat untuk cinta lingkungan sekaligus meningkatkan perekonomian rakyat melalui program hulu-hilir cokelat yang disokong pemerintah," terangnya.


Meski baru sebulan dibuka, pengunjung wisata edukasi cokelat ini juga cukup ramai. Setiap hari libur, rata-rata 800 wisatawan datang ke tempat ini.

Tiket masuknya pun ramah di kantong. Setiap wisatawan hanya dikenakan biaya masuk Rp 10 ribu di hari biasa. Sedangkan saat hari libur, ongkos masuk Rp 12 ribu/orang.

"Khusus wisatawan yang punya kartu pelanggan, tiket hanya Rp 8 ribu per orang. Kalau pelajar Rp 8 ribu/orang," tandasnya.

Tak hanya itu, pengunjung juga disuguhi aneka wahana permainan air, termasuk kolam renang. Wah tambah seru ya.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed