Makin Seru, Ini Akan Dibangun Dekat Kantor Desa Mirip Istana Merdeka

Yakub Mulyono - detikNews
Senin, 09 Jul 2018 19:48 WIB
Foto: Yakub Mulyono/File
Jember - Kantor Desa Kemuningsari Kidul, Kecamatan Jenggawah yang mirip Istana Merdeka 'hanya' menempati lahan seluas 30x50 meter. Padahal bangunan itu berdiri di atas lahan seluas 3 hektar.

Itu artinya lahan kosong di sekitar kantor desa masih sangat luas. Untuk memanfaatkan lahan tersebut, pemerintah desa setempat berencana membangun kolam pancing dan tempat rekreasi anak.

"Rencana akan kita bangun kolam pancing dan tempat rekreasi anak, termasuk kolam renang," kata kepala Desa Kemuningsari Kidul, Sujarwo kepada detikcom, Senin (9/7/2018).


Menurut Sujarwo, site plan dan Rencana Anggaran Belanja (RAB) kolam pancing dan tempat rekreasi itu sudah ia bikin. Dengan kata lain, proyek itu tinggal dilaksanakan saja.

"Tinggal melaksanakan, gambarnya sudah ada, termasuk berapa biaya yang dibutuhkan. Ketika semuanya siap, termasuk dari sisi anggaran, maka akan bisa dikerjakan," jelasnya.


Namun untuk saat ini, lanjut Sujarwo, pihaknya masih fokus untuk menyelesaikan bangunan kantor desa terlebih dahulu.

"Kantor desa ini baru selesai 80 persen, jadi fokus ke pembangunan kantor desa dulu," tandasnya.

Jika kolam pancing dan tempat rekreasi anak nantinya benar-benar bisa terwujud, Sujarwo optimis kantor desa yang berlokasi di Dusun Tegal Kalong itu akan menjadi salah satu tujuan wisata baru di Jember.

"Harapan kami, selain jadi pusat pemerintahan desa, bisa menjadi tujuan wisata bagi keluarga," tuturnya.


Kendati demikian, Sujarwo menyadari jika keinginannya itu mungkin tidak bisa terealisasi dengan cepat. Apalagi masa jabatannya hanya tersisa 11 bulan lagi.

Oleh karena itu rencana penyelesaian kantor desa dan tempat wisata di sekitar bangunan itu akan dituangkan dalam Peraturan Desa (perdes). Dengan begitu, siapapun yang menjadi kades kelak memiliki tanggung jawab menyelesaikan pembangunan kantor desa dan tempat rekreasi sesuai site plan.


"Segera kita masukkan perdes, jadi harus diselesaikan pembangunannya," tegasnya.

Ditambahkan Sujarwo, untuk menuntaskan proyek prestisius tersebut, pihaknya membutuhkan anggaran sekitar Rp 3,2 miliar lagi. "Kurang sekitar Rp 3,2 miliar lagi, maka bangunan kantor desa berikut tempat wisatanya bisa tuntas," pungkasnya. (lll/lll)